"Kegiatan ini rutin kami lakukan dengan menyasar beberapa titik di Indonesia. Hari ini kami menyasar anak-anak di Kecamatan Sakra di Lombok Timur,"
Lombok Timur (ANTARA) - Bulog menyalurkan bantuan sosial berupa beras dan susu dalam rangka mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Kegiatan ini rutin kami lakukan dengan menyasar beberapa titik di Indonesia. Hari ini kami menyasar anak-anak di Kecamatan Sakra di Lombok Timur," kata Sekretaris Perum Bulog Dhana Putra Prasetya di Lombok Timur, Kamis.
Ia mengatakan melalui program Bulog peduli gizi, pihaknya menyerahkan bantuan sebanyak 4.650 kilogram beras fortivit, 13.250 susu formula dan paket intervensi stunting kepada 155 anak yang mengalami stunting di Kecamatan Sakra.
"Program ini dalam rangka mengentaskan kasus stunting di Lombok Timur," katanya
Ia mengatakan program ini akan berlangsung selama tiga bulan, di mana setiap bulan keluarga stunting akan mendapatkan bantuan beras fortivit dan susu.
"Melalui program ini, penerima tidak hanya akan diberikan bantuan, tetapi juga akan mendapatkan pendampingan dari tim kesehatan," katanya.
Keluarga stunting akan diberikan edukasi tentang bagaimana memberikan gizi yang tepat, serta mengatasi berbagai permasalahan kesehatan anak. Sehingga program ini diharapkan betul-betul berdampak terhadap tumbuh kembang anak.
"Kami akan terus melakukan pemantauan, dan tiga bulan ke depan, kami akan turun kembali melihat dampak program ini," katanya.
Ia mengatakan dipilihnya Desa Sakra sebagai lokasi penyaluran bantuan dikarenakan Kecamatan Sakra menjadi salah satu kantong stunting di Lombok Timur dan penentuan lokasi ini sebelumnya juga telah dilakukan survei oleh Bulog.
Selain itu, pihaknya juga ingin memanfaatkan gudang Bulog sebagai salah satu titik pengentasan stunting, sehingga orang-orang terdekat Bulog bisa tertangani dengan baik.
"Kami ingin mulai dari sekitar Bulog dulu, nanti setelah itu kita akan lanjutkan ke yang lebih luas lagi," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Lombok Timur Lalu Aries Fahrozi menyampaikan berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2025 , kasus stunting berada di angka 25 persen. Diharapkan pada survei tahun ini data stunting di Lombok Timur bisa menurun dari tahun sebelumnya.
"Apa yang dilakukan oleh Perum Bulog hari ini adalah bagian dari ikhtiar dan tentu kami sangat berterima kasih, karena telah membantu pemerintah daerah untuk mengatasi stunting," katanya.
Ia mengatakan masalah stunting tidak hanya disebabkan oleh masalah asupan gizi, tetapi juga ada variabel lainnya yang juga harus diatasi. Seperti pola asuh, ada riwayat penyakit lain sehingga hal itu juga disebut harus menjadi perhatian dan memengaruhi serapan asupan gizi pada anak.
"Sehingga pada acara ini tidak hanya memberikan bantuan saja, tetapi juga melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap anak-anak. Dengan harapan jika ada anak-anak yang terdeteksi memiliki penyakit-penyakit tertentu, bisa dilanjutkan," katanya.
Baca juga: Bulog siap menyalurkan tambahan jagung SPHP 150 ribu ton
Baca juga: Bulog memperkuat saluran beras SPHP agar cepat sampai ke warga
Baca juga: Bulog bersama Komisi IV DPR menyerahkan bantuan beras ke PBP
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026