Pandeglang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Banten menyiapkan dukungan kesehatan dan pendampingan psikologis bagi keluarga delapan warga yang masih dalam pencarian setelah hilang kontak di perairan Selat Sunda.

"Saya sudah meminta Dinas Kesehatan untuk membantu memeriksa kesehatan keluarga korban bilamana membutuhkan pertolongan," ujar Gubernur Banten Andra Soni di Pandeglang, Banten, Minggu.

Selain tenaga medis, Pemprov Banten juga menyediakan psikolog untuk mendampingi keluarga korban selama proses pencarian berlangsung.

"Kami menyediakan tenaga medis dan psikolog untuk mendampingi keluarga korban," ujarnya.

Andra mengatakan pihaknya juga mengarahkan keluarga korban untuk menginap di tempat yang telah disediakan pemerintah. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi kesehatan dan kebutuhan keluarga dapat dipantau selama operasi pencarian.

Baca juga: Jurnalis Bali doa bersama harapkan lima pewarta hilang ditemukan

"Kami mengarahkan kepada keluarga korban untuk bisa menginap di tempat yang telah kami sediakan agar kita bisa mengontrol," katanya.

Seperti diketahui, delapan orang yang masih dalam pencarian berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.

Baca juga: Gubernur Banten harapkan operasi SAR delapan warga diperpanjang

Lima diantaranya merupakan jurnalis, yakni M. Bagus Khoirunnas dari ANTARA, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhistiro Pranoto dari iNews, Firman Daus dari Anadolu, serta Donal Husni yang merupakan jurnalis lepas.

Tiga orang lainnya adalah Warta selaku nakhoda, Surakman sebagai anak buah kapal (ABK), serta Heriyanto sebagai pemandu.

Tim SAR Gabungan masih melanjutkan pencarian terhadap delapan orang tersebut dan mengevaluasi setiap temuan yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai keberadaan mereka.

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026