Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meminta seluruh pihak terkait memperketat pengawasan penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG), guna mengantisipasi kasus keracunan makanan pada para siswa penerima manfaat program itu di wilayah setempat.
Wakil Wali Kota Mataram TGH Mujiburrahman di Mataram, Senin, mengatakan keracunan MBG terjadi di Kabupaten Lombok Tengah dapat dijadikan pelajaran berharga.
"Setiap pengelola penyedia makanan maupun koordinator penyaluran di tiap dapur kami diminta untuk lebih bertanggung jawab dan memastikan kualitas makanan sebelum dikonsumsi," katanya.
Dia mengatakan hal tersebut menyikapi indikasi kasus keracunan setelah menyantap MBG terhadap 352 siswa di Kabupaten Lombok Tengah pada Jumat (11/9).
Untuk menghindari hal serupa, Pemerintah Kota Mataram telah mengingatkan kembali semua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) MBG di Kota Mataram agar memperketat pengawasan dengan melakukan pemeriksaan fisik sebelum distribusi, sedangkan terhadap makanan yang tiba di sekolah wajib diperiksa terlebih dahulu oleh pihak sekolah.
Baca juga: BGN memperbarui sasaran penerima MBG, keluarkan 1.653 satuan pendidikan
"Apabila ditemukan indikasi kelainan seperti aroma tak sedap atau perubahan warna, pihak sekolah berhak menolak bantuan tersebut," katanya.
Guru dan tenaga kependidikan di sekolah juga diharapkan ikut memantau serta mengecek kelayakan makanan secara visual dan aroma sebelum dibagikan kepada anak-anak, tanpa harus mencicipi langsung.
Baca juga: Anggota DPR meminta dapur MBG di wilayah 3T siap beroperasi
"Penyedia dapur juga diminta lebih berhati-hati dan ekstra waspada dalam proses pengolahan hingga penyajian," katanya.
Melalui langkah antisipasi itu, Pemerintah Kota Mataram berharap seluruh dapur penyedia dan sekolah di Kota Mataram dapat menjamin keamanan pangan, sehingga program MBG berjalan aman dan bermanfaat bagi para siswa.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026