Jakarta (ANTARA) - Indonesia berharap tawaran pembentukan Perjanjian Perdagangan Preferensial (PTA) dengan organisasi ekonomi Amerika Latin Mercosur dapat membuka jalan menuju tercapainya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA).

Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Grata Endah Werdaningtyas menyampaikan belum tercapainya kesepakatan di antara negara anggota Mercosur menjadi salah satu kendala dalam pembahasan CEPA.

“Karena itu, Indonesia mengusulkan menjajaki PTA untuk sektor-sektor tertentu untuk membuka jalan dengan Mercosur, karena pada akhirnya salah satu komponen CEPA adalah PTA,” kata Grata dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.

Dia menjelaskan, sebagaimana organisasi kawasan pada umumnya, Mercosur mensyaratkan tercapainya konsensus antara semua negara anggotanya agar dapat menjalankan suatu keputusan, termasuk ketika menjajaki kesepakatan dagang dengan RI.

Tetapi, Grata mengungkapkan beberapa negara anggota Mercosur masih berhati-hati untuk membuka akses pasar dengan Indonesia. Salah satu kekhawatiran mereka adalah kesamaan komoditas yang dimiliki dengan Indonesia.

Untuk merespons kekhawatiran mitra Mercosur, Indonesia menyampaikan bahwa kemiripan komoditas justru dapat membuka peluang bagi kedua pihak untuk mendorong produk-produk yang bersifat komplementer.

Dia menambahkan bahwa dalam perkembangannya, PTA antara Indonesia dan Mercosur dapat diperluas dari perdagangan barang menjadi perdagangan jasa hingga investasi.

“Kita akan mulai menjajaki PTA dengan Mercosur dengan mulai menyusun sektor-sektor antara kita yang sifatnya komplementer,” kata Grata.

Baca juga: Otto menilai kerja sama regional krusial hadapi kejahatan saat ini

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso mengatakan Indonesia dan Brasil mempertimbangkan PTA Indonesia-Mercosur sebagai langkah pragmatis untuk memperkuat kerja sama ekonomi Indonesia dengan Mercosur.

Baca juga: Jerman membuka peluang pengadaan Airbus A400M tambahan ke Indonesia

Opsi PTA Indonesia-Mercosur diajukan pemerintah sebagai alternatif terhadap belum berjalannya negosiasi CEPA Indonesia-Mercosur secara efektif.

"Kami berharap Brazil dapat membantu membangun kesepakatan di antara negara-negara anggota Mercosur dan mendorong kemajuan proses negosiasi Indonesia-Mercosur PTA," ujar Budi seusai pertemuan bilateral dengan Menteri Pembangunan, Industri, Perdagangan, dan Jasa Republik Federasi Brazil, Marcio Fernando Elias Rosa di Jaipur, India, pada Jumat (7/8).

Saat ini negara anggota Mercosur terdiri atas Brazil, Argentina, Paraguay, Uruguay, dan Bolivia.

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026