Mataram (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah melalui dukungan sarana dan prasarana bagi masyarakat di desa.

Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Ignatius Adhi Nugroho mengatakan dukungan tersebut menjadi bagian dari implementasi Program Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah (PI-KEKDA).

Program itu memiliki tiga pilar utama. Pilar tersebut meliputi ketahanan pangan, komoditas unggulan dan pengembangan ekonomi daerah, serta akseptasi digital.

"BI NTB menyinergikan program tersebut dengan program unggulan Pemerintah Provinsi NTB, yakni Desa Berdaya," katanya.

Ia mengatakan sinergi PI-KEKDA dan Desa Berdaya telah diterapkan di sejumlah Desa Berdaya Transformatif. Dua di antaranya berada di Kabupaten Lombok Timur, yakni Desa Sembalun Lawang dan Desa Sembalun Bumbung.

BI NTB memberikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani bawang putih di Desa Sembalun Lawang. Bantuan tersebut terdiri atas hand tractor, cultivator, hand sprayer, mesin pompa air, dan kendaraan roda tiga.

Sementara itu, kelompok tani di Desa Sembalun Bumbung menerima hand tractor mini, cultivator, dan hand sprayer. 

"Bantuan untuk kedua desa di Kecamatan Sembalun tersebut sudah terealisasi semua," kata Ignatius.

Selain sektor pertanian, kata dia, pihaknya juga memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor pariwisata di Desa Tete Batu, Lombok Timur.

Desa wisata tersebut memperoleh dukungan sarana untuk pengembangan destinasi wisata. Salah satu bentuk dukungan berupa sarana distribusi menggunakan kendaraan roda tiga atau mobil pikap.

BI NTB mengarahkan dukungan sarana dan prasarana untuk meningkatkan produktivitas serta kapasitas ekonomi masyarakat. Program itu juga diharapkan memberikan manfaat ekonomi dalam jangka panjang.

Pengembangan ekonomi berbasis desa menjadi salah satu bagian penting dalam memperkuat perekonomian daerah. 

Baca juga: BI NTB perkuat asesmen ekonomi dan inflasi melalui data responden

"Potensi pertanian dan pariwisata dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila mendapat dukungan sarana, kapasitas produksi, dan akses pasar," ujar Ignatius.

Dukungan BI NTB tidak hanya menyasar wilayah Sembalun dan Tete Batu. BI juga memberikan bantuan sarana dan prasarana kepada kelompok tani di sejumlah wilayah NTB.

Bantuan tersebut diarahkan untuk pengembangan komoditas strategis dan unggulan daerah.

Baca juga: Bank Indonesia dan pemerintah perkuat strategi pengendalian inflasi pangan

Komoditas bawang merah menjadi salah satu fokus pengembangan di Kabupaten Lombok Utara dan Kabupaten Bima. BI NTB juga mendukung pengembangan cabai rawit di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa.

Selain itu, BI memberikan dukungan untuk pengembangan komoditas kopi di Kabupaten Sumbawa.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026