Kota Bima (ANTARA) - Pembangunan dua Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Tanjung dan Kolo, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, mulai berjalan dengan total nilai kontrak mencapai Rp6,68 miliar pada Tahun Anggaran 2026.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima H. Junaidin mengatakan pembangunan KNMP merupakan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengembangkan kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan.

"Dengan adanya pembangunan Kampung Nelayan ini, kami berharap ekonomi masyarakat meningkat dan aktivitas UMKM semakin berkembang," katanya saat mendampingi peninjauan pembangunan KNMP Tanjung oleh tim KKP RI, Selasa.

KNMP Tanjung dikerjakan CV Marangga Jaya Perkasa berdasarkan kontrak/SPMK Nomor B.24784/DJPT.6/PI.420/PPK/IX/2026 tertanggal 3 September 2026 dengan nilai kontrak Rp2,32 miliar.

Sementara pembangunan KNMP Kolo dikerjakan CV Sinar Lima berdasarkan kontrak/SPMK Nomor B.23741/DJPT.6/PI.420/PPK/VIII/2026 tertanggal 24 Agustus 2026 dengan nilai kontrak Rp4,355 miliar.

Junaidin mengatakan kedua kawasan tersebut diarahkan tidak hanya sebagai kawasan pendukung aktivitas nelayan, tetapi juga sebagai ruang pengembangan usaha masyarakat pesisir, termasuk UMKM.

Menurut dia, pembangunan dua KNMP tersebut merupakan hasil koordinasi Pemerintah Kota Bima dengan KKP untuk memperoleh dukungan anggaran pembangunan kawasan pesisir pada Tahun Anggaran 2026.

"Kota Bima mendapatkan dua lokasi untuk dilaksanakan dalam Tahun Anggaran 2026 ini," ujarnya.

Baca juga: Di mulai, pembangunan sembilan KNMP Dompu senilai Rp27,8 miliar

Ia berharap dukungan anggaran pembangunan dapat berlanjut pada tahun berikutnya sehingga pengembangan KNMP di Tanjung dan Kolo dapat dilakukan secara bertahap.

Junaidin juga membuka peluang kawasan KNMP Tanjung dikembangkan sebagai destinasi wisata pesisir dengan tetap mengoptimalkan fungsi utamanya sebagai kawasan ekonomi masyarakat nelayan.

"Tidak menutup kemungkinan ke depan kawasan ini bisa menjadi destinasi wisata. Karena itu, pemanfaatannya harus dimaksimalkan dan bisa menjadi ikon bagi Kelurahan Tanjung," katanya.

Peninjauan pembangunan KNMP Tanjung dilakukan perwakilan KKP Suraji selaku perwakilan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) KNMP Merah Putih wilayah Nusa Tenggara bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bima, pemerintah kecamatan dan kelurahan, TNI, kontraktor, konsultan pengawas, penyuluh perikanan, serta unsur masyarakat.

Baca juga: Pembangunan KNMP Desa Jala Dompu masuk tahap penyelesaian

Dalam peninjauan tersebut, tim KKP berdialog dengan pemerintah daerah dan masyarakat mengenai optimalisasi kawasan, pengembangan UMKM, aktivitas ekonomi nelayan, serta peluang pemanfaatan kawasan untuk kegiatan ekonomi lainnya.

Pemkot Bima berharap pembangunan dua KNMP tersebut dapat mendorong terbentuknya pusat-pusat ekonomi baru di kawasan pesisir melalui peningkatan aktivitas nelayan dan usaha masyarakat.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026