Mataram (ANTARA) - PT Sumbawa Timur Mining (STM), perusahaan eksplorasi tembaga pengelola Proyek Hu’u, mendukung penyediaan alat praktikum geologi di Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Nusa Tenggara Barat. 

Dukungan tersebut merupakan salah satu upaya STM untuk menjembatani pembelajaran ilmu kebumian di perguruan tinggi dengan praktik lapangan yang berkembang di dunia industri.

Penyerahan alat praktikum ini dilakukan pada peresmian gedung baru Fakultas Teknik UMMAT di Geguntur, Kota Mataram. Peralatan yang diserahkan meliputi mikroskop polarisasi dan mikroskop stereo untuk pengamatan sampel batuan, alat global positioning system (GPS) dan kompas untuk mendukung pemetaan geologi, serta palu dan kaca pembesar geologi untuk identifikasi batuan.

Selain alat praktikum tersebut, STM juga menyerahkan mata bor (drill bit) serta tambahan sampel inti (core sample) Deposit Onto, deposit tembaga-emas yang terkandung di Proyek Hu’u, Kabupaten Dompu. Penyerahan mata bor dan sampel inti ini merupakan tindak lanjut atas agenda kerja sama sebelumnya antara STM dan UMMAT.

Pada April 2026, STM dan UMMAT telah melakukan kerja sama berupa pengadaan materi pembelajaran geologi. Saat itu, STM menghibahkan sampel inti Deposit Onto disertai poster ilmiah dan buklet sebagai referensi pembelajaran. Materi tersebut memuat informasi litologi, alterasi, mineralisasi, dan deskripsi batuan inti Deposit Onto.

Manajer Departemen Exploration STM, Galih Perdana, menegaskan bahwa pengalaman praktik merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran geologi. 

Ia ingin agar seluruh dukungan yang disediakan STM terhadap Fakultas Teknik UMMAT dapat memperkaya pembelajaran geologi yang lebih aplikatif bagi mahasiswa.

Baca juga: PT STM membangun dermaga nelayan Hu'u Rp6,45 Miliar

"Akses terhadap alat praktikum, core sample, dan peralatan eksplorasi lainnya diharapkan dapat membantu mahasiswa memahami penerapan teori dalam kegiatan eksplorasi. Dengan begitu, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan di ruang kelas, tetapi juga memiliki gambaran lebih nyata mengenai dunia kerja," ujar Galih.

Dekan Fakultas Teknik UMMAT, Dr Aji Syailendra Ubaidillah, menyambut baik dukungan STM. Ia berharap sinergi antara pihak industri dan akademi ini dapat terus terjalin.

"Ini sudah merupakan bantuan yang kedua dan kunjungan keempat. Kami mengucapkan terima kasih karena STM telah menjadi bagian dari fondasi pendidikan Teknik Geologi kami di sini, begitu juga dengan Teknik Pertambangan," katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua Prodi S1 Teknik Geologi UMMAT, Andi Faisal, S.Si, M.Eng. Menurutnya, dukungan STM sangat membantu dalam pelengkapan sarana pembelajaran.

Baca juga: US encourages Indonesia to serve as STM role model for ASEAN

"Misalnya, mikroskop akan banyak kami gunakan di Laboratorium Mineral Optik dan Petrografi. Kemudian, untuk sampel-sampel batuan yang diberikan kepada kami, akan kami distribusikan ke Laboratorium Geodinamika sebagai laboratorium dasar, dan juga ke Laboratorium Petrologi," ucapnya.

Kerja sama dengan perguruan tinggi bukanlah hal baru bagi STM. Selain dukungan berupa sarana pembelajaran, STM juga telah memberikan kesempatan magang bagi mahasiswa, mendukung studi lapangan para peneliti dan dosen, serta mengadakan kuliah umum dengan berbagai institusi pendidikan lainnya.

Lewat rangkaian inisiatif ini, STM menargetkan terbangunnya kemitraan yang saling melengkapi antara industri dan perguruan tinggi untuk mendukung perkembangan ilmu geologi yang berkelanjutan.



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026