Potensi konflik yang menjadi perhatian aparat lebih berkaitan dengan konflik kepentingan yang dapat muncul di tengah proses pemilihan.
Lombok Timur (ANTARA) - Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, memetakan sejumlah wilayah yang dinilai rawan konflik menjelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 27 Januari 2027.
Kapolres Lombok Timur AKBP Ariakta Gagah Nugraha di Lombok Timur, Sabtu, mengatakan pemetaan dilakukan sejak dini untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama tahapan hingga pelaksanaan Pilkades.
“Potensi konflik yang menjadi perhatian aparat lebih berkaitan dengan konflik kepentingan yang dapat muncul di tengah proses pemilihan,” kata Ariakta.
Baca juga: Kapolres Lombok Timur mengecek Poskamling dorong warga jaga keamanan
Ia mengatakan kepolisian telah memetakan sejumlah daerah yang dinilai memiliki potensi kerawanan, terutama yang berkaitan dengan kepentingan tertentu dalam proses pemilihan kepala desa.
Pilkades serentak 2027 di Lombok Timur akan melibatkan sekitar 157 desa. Dengan jumlah tersebut, aspek pengamanan menjadi salah satu perhatian utama kepolisian.
Untuk memperkuat pengamanan, Polres Lombok Timur akan mendapat dukungan personel bawah kendali operasi (BKO) dari Polda NTB.
“Karena jumlah desa yang akan melaksanakan Pilkades cukup banyak, sekitar 157 desa, tentu nanti dari Polda NTB juga akan melakukan BKO,” ujarnya.
Baca juga: Lombok Tengah beri kewenangan desa kelola pengadaan logistik Pilkades
Selain pemetaan wilayah, Polres Lombok Timur bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur melakukan langkah pencegahan dengan turun langsung ke sejumlah desa yang akan melaksanakan Pilkades.
Ariakta mengatakan dirinya bersama Sekretaris Daerah Lombok Timur melakukan patroli ke desa-desa yang akan menggelar Pilkades untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif.
“Yang masih kami lakukan saat ini bersama Sekda adalah patroli ke desa-desa yang akan melaksanakan Pilkades. Tujuannya tentu untuk terus mendorong terciptanya kamtibmas sampai dengan pelaksanaan pemilihan nanti,” katanya.
Menurut dia, patroli tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat ikut menjaga keamanan dan ketertiban selama seluruh tahapan Pilkades berlangsung.
Polres Lombok Timur juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang berpotensi memicu konflik selama proses pemilihan.
Ariakta berharap seluruh tahapan Pilkades serentak dapat berlangsung aman, tertib, dan kondusif, mengingat rangkaian tahapan pemilihan telah dimulai pada 2026.
“Masyarakat juga kami imbau tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berpotensi memicu konflik selama proses pemilihan,” katanya.
Baca juga: Puluhan kades di Lotim ke Jakarta protes belum keluarnya aturan Pilkades
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026