Nagoya, Jepang (ANTARA) - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) menyiapkan pelatihan atlet-atlet nomor lead ke luar negeri, terutama ke Jepang, agar meningkatkan performa mereka pada masa mendatang.

Rencana tersebut disampaikan Ketua Umum FPTI Yenny Wahid, di Kinjofuto, Nagoya, Sabtu, menyusul hasil babak final perlombaan panjat tebing nomor lead dalam Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang nirmedali.

"Pasti butuh waktu dan jam terbang lebih banyak lagi, termasuk harus lebih sering kami kirim ke luar negeri agar catatan waktunya bisa meningkat. Kami dari FPTI memang punya rencana untuk mengirimkan atlet ke luar negeri," tutur Yenny. 

Yenny menyebutkan, periode pelatihan atlet akan disesuaikan dengan kebutuhan. Dia memperkirakan pelatihan di luar negeri bisa berlangsung antara satu hingga dua bulan. FPTI menilai pengiriman atlet ke luar negeri untuk menjalani training camp jauh lebih efisien dari segi waktu, dibandingkan harus menunggu perbaikan dan pembangunan fasilitas latihan khusus bagi nomor lead.

Baca juga: Asian Games: Panjat tebing berpeluang tambah medali

"Jalan singkat yang kami pilih adalah kami akan kirim mereka training di luar negeri. Lebih baik begitu. Rencananya ke Jepang," Yenny menyebutkan.

Jepang dipilih FPTI dengan sejumlah alasan. Pertama, Jepang memiliki fasilitas latihan lead yang sangat beragam. Mulai dari lokasi panjat tebing yang variatif hingga tempat kebugaran yang mendukung pengembangan cabang olahraga panjat tebing, termasuk di nomor lead.

Baca juga: Asian Games: Medali emas bukti Desak Rita pantang terpuruk dan jaga konsistensi

"Diharapkan bisa berlatih bersama timnas Jepang dan mendapat exposure yang baik. Apalagi di sini kedisiplinannya tinggi, diharapkan akan berpengaruh ke atlet," pungkas Yenny.

 

 



Pewarta :
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026