Bagi pemudik Lombok-Jawa Timur harus memperhitungkan ini

id Mataram Lombok

Pemudik dari Pulau Bali turun dari kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (27/5/2019). Jelang Idul Fitri, arus mudik di pelabuhan tersebut, terpantau ramai lancar, dan sebagian pemudik memilih untuk mudik lebih awal guna menghindari penumpukan penumpang yang diperkirakan terjadi H-5 Lebaran. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/ama. (ANTARA FOTO/BUDI CANDRA SETYA)

Mataram (ANTARA) - Bagi pemudik yang menggunakan roda dua dan roda empat dari Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat ke Jawa Timur maupun sebaliknya harus memperhatikan kesiapannya melalui perjalanan panjang yang melintasi dua selat yakni Selat Lombok dan Selat Bali.

1. Kondisi fisik prima
Melalui perjalanan yang cukup panjang dari Kota Mataram menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat menyeberang ke Pelabuhan Padang Bay, Bali bisa dimanfaatkan untuk beristirahat tidur meski gelombang terhitung besar hingga sulit untuk memicingkan mata. Paling tidak memerlukan waktu antara empat sampai lima jam sampai perairan Pulau Bali. Terkadang untuk merapat ke dermaga Padang Bay memakan waktu sekitar empat jam karena antrian adanya antrian kapal penyeberangan.
*dialami pewarta pada Sabtu (26/5) dinihari. Menyeberang pukul 02.00 Wita sampai diperairan sekitar 06.00 Wita. Namun baru merapat ke dermaga sekitar pukul 09.30 Wita.

Sesampainya di Pelabuhan Padang Bay dilanjutkan ke Pelabuhan Gilimanuk yang melewati Kabupaten Tabanan dan Jembrana, Bali memakan waktu sekitar 3-4 jam. Kemudian menyeberang dari Gilimanuk ke Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur memakan waktu sekitar 1 jam.

Di sinilah dibutuhkan kondisi fisik yang prima dengan perjalanan cukup panjang.

2. Tingkat konsentrasi
Yang paling diwaspadai dari jalur Denpasar ke Gilimanuk, perjalanan sedikit melambat karena banyaknya truk tonase besar hingga menghalangi perjalanan menggunakan motor dan mobil. Terlebih lagi jalannya yang banyak tikungan dan tanjakan tajam. Jika tidak konsentrasi atau sabar, rawan akan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Demikian pula saat melintasi kawasan hutan Gumintir yang menghubungkan antara Kabupaten Banyuwangi-Jember, Jawa Timur, diperlukan kehati-hatian karena sering mucul kabut.

Tingkat konsentrasi ini berkaitan dengan kondisi fisik yang prima.

3. Istirahat
Jika sudah letih melakukan perjalanan panjang, jangan malu-malu untuk berhenti. Banyak warung-warung atau tempat peristirahatan yang membuka selama 24 jam untuk melayani para pemudik tersebut.

4. Perhatikan kondisi kendaraan
Kondisi kendaraan juga harus diperhatikan secara serius, mengingat perjalanan ini cukup panjang. Dari mesin sampai roda kendaraan. Apesnya jika bermasalah di tengah hutan yang jauh dari bengkel atau tambal ban. Serta pengisian bahan bakar.
*Selama perjalanan posko-posko layanan mudik sudah banyak berdiri

Selamat mudik
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar