PKS dorong figur perempuan maju dalam Pilkada Kota Mataram

id PKS NTB,Figur perempuan,Pilkada Kota Mataram 2020

Ketua Fraksi PKS DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB) H. Johan Rosihan. (ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Ketua Fraksi PKS DPRD Nusa Tenggara Barat, H Johan Rosihan mendorong figur perempuan maju di Pilkada Kota Mataram 2020.

"Kami minta PKS itu mengajukan calon prempuan karena perempuan itu punya rasa," kata Johan Rosihan di Mataram, Senin.

Ia mengatakan, ada sejumlah alasan kenapa harus perempuan. Salah satunya terkait faktor kebersihan, tata wilayah, dan dapat membina hubungan baik dengan provinsi.

"Harus ada perubahan signifikan di Mataram," ujarnya.

Politikus yang terpilih sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan (Dapil) NTB 1 Pulau Sumbawa pada Pileg 2019 ini, mengapresiasi upaya pemerintah Kota Mataram menata kota, salah satunya di pintu masuk Kota Mataram di lingkar selatan. Namun, keberadaan pedagang kaki lima menjadi salah satu pekerjaan rumah yang semestinya bisa dituntaskan.

"Calon perempuan itu harus didorong maksimal karena lebih peka terhadap kebersihan," ucapnya.

Faktor lain yang membuat PKS lebih getol mendorong figur perempuan adalah pola kerja yang dinilai lebih sistematis dan apik. Dia mencontohkan Kota Surabaya di bawah kendali pemimpin perempuan.

Tidak hanya itu, Kota Mataram dinilai butuh pemimpin tegas dan lihai dalam berkomunikasi. Memiliki jejaring luas serta dapat bersinergi dengan daerah lain di sekitarnya. Untuk itu, Johan cenderung mengedepankan isu-isu krusial untuk kemajuan Kota Mataram.

"Selanjutnya baru kita berbicara figur yang dapat merealisasikan isu-isu utama tersebut. Artinya harus pemimpin visioner dan tidak hanya melanjutkan tradisi saja," kata Ketua Komisi III DPRD NTB ini.

Menurut Johan, Kota Mataram punya potensi luar biasa, di antaranya ada eks Bandara Selaparang yang seyogianya dapat dimaksimalkan termasuk potensi pariwisata serta lainnya. Apalagi dapat mengelola Mataram sebagai Kota Metro.

Dalam konteks itu dibutuhkan kerja sama yang baik antara Pemerintah Kota Mataram dengan daerah lainnya sehingga bisa mewujudkan Kota Metro. Selain itu juga diperlukan transportasi yang menghubungkan daerah satu dengan lainnya, termasuk infrastruktur yang memadai sehingga Kota Mataram lebih hidup lagi.

"Masih ada waktu untuk melakukan perubahan, kita lihat saja perkembangannya," katanya.

PKS merupakan partai politik yang mengusung pasangan Wali Kota Mataram dan wakilnya H Ahyar Abduh-H Mohan Roliskana pada Pilkada 2015. Saat itu, paket Aman jilid 2 melawan Salman-Jana Hamdiana calon yang diusung Partai Golkar.

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar