Pemain Pantai Gading Gervinho, Iheanacho tidak skuat Piala Afrika

id Piala Afrika

Kamerun menjadi juara Piala Afrika edisi 2017 setelah menang 2-1 pada partai final melawan Mesir (Reuters) (Reuters/)

Mataram (ANTARA) -  Pemain asal Pantai Gading Gervinho dan Kelechi Iheanacho dari Nigeria menjadi korban, saat 11 pelatih menunjuk skuat beranggotakan 23 pemain untuk megikuti Piala Afrika di Mesir, yang akan dimulai 21 Juni mendatang.

Dikutip dari AFP, Selasa, pemain sayap berusia 32 tahun, veteran lima kali Piala Afrika, Gervinho berharap penampilannya yang mengesankan pada Serie A bersama Parma akan membuatnya dipanggil.

Mantan bintang Arsenal dan Roma -- yang nama aslinya Gervais Yao Kouassi -- mencetak 11 gol dan empat assist dalam 30 pertandingan Liga Italia musim lalu.

Gervinho tampaknya kalah bersaing dari penyerang yang lebih muda. Di antara mereka yang diharapkan oleh pelatih Pantai Gading Ibrahim Kamara untuk mencetak gol di Mesir adalah Nicolas Pepe, runner-up dari bintang Prancis Kylian Mbappe dalam perebutan Sepatu Emas Ligue 1 2018/2019.

Bintang Crystal Palace Wilfried Zaha dan pemain tanpa klub Wilfried Bony, yang menyarangkan dua gol dalam kemenangan 3-1 pada pertandingan pemanasan melawan Comoros pada akhir pekan lalu, berada di antara pilihan pemain penyerang Pantai Gading lainnya.

Reaksi Gervinho tenang terhadap tidak terpilihnya dia, sementara sejumlah suporter Pantai Gading kecewa ketika tim tersebut menyiapkan diri untuk menghadapi Afrika Selatan, Namibia dan Maroko.

Grup D diperkirakan sebagai grup paling berat dari enam grup, dengan hanya dua tim teratas yang mendapat tempat pada putaran kedua, yang pertama dari empat babak sistem gugur.

"Yang terhormat warga Pantai Gading, saya tidak tahu bagaimana berterima kasih untuk semua pesan dukungan dan rasa sayang yang saya terima (sejak) pemanggilan pertama saya," katanya melalui media sosial.

"Menerima video-video, foto dan komen Anda, belakangan menghangatkan hati saya.

"Semua ini menolong mengurangi kekecewaan saya tidak menjadi bagian tim yang akan mempertahankan warna kita pada Afcon (Piala Afrika) yang akan datang di Mesir."


Tidak puas

Tidak masuknya pemain depan Iheanacho terjadi setelah pelatih Nigeria kelahiran Jerman Gernot Rohr mempertanyakan sikap penyerang Leicester City itu.

"Saya kira dia perlu lebih profesional. Kami tidak puas dengan penampilannya baru-baru ini bagi tim nasional," kata Rohr.

"Kurang baik menjadi lucu sepanjang waktu. Anda harus menunjukkan Anda serius dengan bekerja keras setiap hari dalam sesi latihan."

Begitu dipuji sedang dalam proses menjadi bintang oleh manajer klub saat itu, Pep Guardiola, di Manchester City, Iheanacho memudar secara dramatis setelah awal yang cerah dalam karir internasionalnya.

Setelah mencetak gol tujuh kali dalam 11 penampilan pertamanya untuk Super Eagles, gol terakhirnya untuk tim nasional terjadi 19 bulan lalu.

Iheanacho ditransfer pada 2017 dari Manchester City ke Leicester, di mana ia kesulitan untuk memegang posisi reguler di tim utama.

Sementara itu, Asamoah Gyan dimasukkan dalam skuat Ghana hanya beberapa minggu setelah mengumumkan pengunduran diri dari laga internasional ketika dicopot dari jabatan kapten tim Black Stars.

Presiden Ghana Nana Akufo-Addo membujuk pemain depan berusia 33 tahun itu untuk berubah pikiran dan dia akan ke Mesir sebagai bagian dari tim yang dikapteni pemain tengah lama Andre Ayew.

"Keinginan saya untuk membantu Ghana memenangi Piala Afrika masih sangat kuat," tegas Gyan. "Saya tetap berkomitmen untuk melayani bangsa yang hebat ini dan rakyat Ghana."

Ghana adalah negara ketiga paling sukses di Piala Afrika dengan empat gelar, tetapi yang terakhir terjadi 37 tahun yang lalu.
 
Pewarta :
Editor: Ihsan Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar