ACT memperbanyak ritel wakaf di Lombok Utara

id ACT,Ritel Wakaf

ACT memperbanyak ritel wakaf di Lombok Utara

Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar (tengah), berbelanja di retail wakaf yang dibangun di pondok pesantrennya. (ANTARA/HO/ACT NTB/Awaludin)

Mataram (ANTARA) - Lembaga nirlaba Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus memperbanyak ritel wakaf di Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, dalam rangka membangkitkan ekonomi umat setelah gempa bumi melanda daerah tersebut pada 2018.

Berdasarkan rilis yang diterima di Mataram, Selasa, ACT telah meresmikan ritel wakaf yang dibangun di Pondok Pesantren Darul Iman Putra, di Desa Bentek, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombak Utara, Sabtu (22/06).

Peresmian ritel wakaf ketiga tersebut ditandai dengan pemotongan pita oleh Pimpinan Pondok Pesantren Darul Iman, Dr H Najmul Akhyar, didampingi Kepala Kemitraan ACT Cabang NTB, Juani Pratama.

"Kami telah membangun tiga ritel wakaf di Kabupaten Lombok Utara. Yang diresmikan hari ini merupakan ritel wakaf kedua. Sebelumnya di Pondok Pesantren Darul Iman Putri, pada April 2019. Insya Allah akan di bangun lagi di beberapa titik strategis di Kabupaten Lombok Utara," kata Kepala Kemitraan ACT Cabang NTB, Juani Pratama.

Ritel wakaf yang sudah dibangun oleh ACT juga didukung oleh PT Hydro Perdana Retailindo Lombok sebagai pemasok utama untuk ketersediaan barang.

Sementara itu, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Iman, Dr H Najmul Akhyar, mengajak semua santrinya agar selalu berbelanja di ritel wakaf karena selain memenuhi kebutuhan juga bisa beramal.

"Sebagian keuntungan ritel wakaf akan diwakafkan kembali untuk rekaf dan warkaf di tempat lain," ujar Najmul yang juga Bupati Lombok Utara.

Ia juga mengajak agar para santrinya memberitahukan kepada keluarganya yang berkunjung dan berbelanja berbagai kebutuhan rumah tangga di ritel wakaf karena harganya hampir sama dengan di pasaran.

Najmul juga menjelaskan kepada para santrinya keutamaan berwakaf, yaitu untuk membangun ekonomi umat.

"Pada saat Rasullullah berhijrah ke Madinah, dua hal yang paling pertama Rasullullah bangun, yakni masjid sebagai tempat ibadah dan pasar untuk kegitan bertransaksi ekonomi. Jadi urusan akhirat dan dunia berjalan bersama," katanya.

Dalam kesempatan itu, Najmul menyempatkan diri mencoba sistem pembayaran dengan melakukan transaksi langsung sebagai pelanggan pertama yang berbelanja di ritel wakaf kedua yang dibangun di pondok pesantrennya.




 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar