Indonesia, Barbados buka hubungan diplomatik

id Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Dian Triansyah Djani

Indonesia, Barbados buka hubungan diplomatik

Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Dian Triansyah Djani (kiri) dan Wakil Tetap Barbados untuk PBB Elizabeth Thompson (kanan) menandatangani Komunike Bersama (Joint Communiqué) pembukaan hubungan diplomatik RI-Barbados di kantor Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York, Rabu (26/6). (PTRI New York)

Mataram (ANTARA) - Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, Dian Triansyah Djani dan Wakil Tetap Barbados untuk PBB Elizabeth Thompson menandatangani Komunike Bersama (Joint Communiqué) pembukaan hubungan diplomatik RI-Barbados di kantor Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York, Rabu (26/6).

“Pembukaan hubungan diplomatik ini akan semakin menguatkan hubungan bilateral kedua negara di bidang politik, ekonomi dan perdagangan, kebudayaan, termasuk mendorong people-to-people contact”, ujar Dubes Djani melalui keterangan tertulisnya, Kamis.

Ia mengatakan bahwa pariwisata dan pendidikan merupakan sektor potensial dalam agenda bilateral kedua negara. Selain itu, kerja sama multilateral di bidang kelautan dan perubahan iklim juga menjadi sektor penting bagi hubungan RI-Barbados.

Penandatanganan ini secara resmi menandakan dimulainya hubungan diplomatik kedua negara. Barbados menjadi negara ke-190 yang memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia, dari total 193 negara anggota PBB.

Dubes Thompson sampaikan kegembiraan atas dibukanya hubungan diplomatik RI-Barbados, mengingat kedua negara memiliki banyak potensi kerja sama yang dapat dikembangkan ke depannya.

Dubes Thompson mengharapkan momentum pembukaan hubungan ini akan memperkuat kolaborasi dan koordinasi kedua negara di berbagai isu di forum internasional yang menjadi kepentingan bersama.

Sebagai negara yang cukup menonjol perannya dalam isu-isu kelautan di PBB, Barbados juga diundang oleh pemerintah Indonesia untuk berpartisipasi pada pertemuan Archipelagic Islands States (AIS) Ministerial Meeting and AIS Startup and Business Summit yang akan diselenggarakan oleh Indonesia di Manado pada 30 Oktober-1 November 2019.

Sebagai negara pendiri Gerakan Non-Blok dengan politik luar negerinya yang bebas aktif, serta peran penting RI dalam memimpin berbagai pembahasan isu global termasuk posisi sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB saat ini, menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki potensi besar bagi Barbados.

Sementara itu, Barbados merupakan negara pulau anggota Caribbean Community (CARICOM) di Karibia, yang menjadi pasar non tradisional sekaligus pusat penyebaran produk ekspor, khususnya produk pendukung pariwisata Indonesia di kawasan Karibia.

Adapun wisatawan asing yang berkunjung ke Barbados mencapai satu juta orang per tahunnya, sehingga Indonesia dan Barbados dapat saling berbagi pengalaman di sektor ini.

Menurut data Bank Dunia, dengan penduduk sebanyak 285 ribu orang, Barbados termasuk kategori negara berpenghasilan tinggi.
 
Pewarta :
Editor: Ihsan Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar