UMKM kopi NTB kontrak ekspor Rp1,01 miliar

id BI NTB,KKI

Presiden Joko Widodo (kiri), mendengarkan pemaparan dari Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Achris Sarwani (kanan), tentang berbagai produk unggulan UMKM NTB, yang dipamerkan dalam ajang pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta, pada 12-14 Juli 2019. (ANTARA/HO/Humas BI NTB/Awaludin)

Mataram (ANTARA) - Pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Barat berhasil menandatangani kontrak kerja sama ekspor kopi senilai Rp1,01 miliar dalam pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta, pada 12-14 Juli 2019.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB, Achris Sarwani, di Mataram, Rabu, menyebutkan UMKM binaannya juga berhasil membukukan penjualan dan pemesanan barang hingga Rp850 juta, atau meningkat 31 persen dibanding tahun 2018 sebesar Rp648 juta, selama tiga hari pameran.

"Semoga pencapaian tersebut menjadi momentum bagi UMKM di NTB, untuk memperluas pasar nasional maupun internasional," katanya.

Ia menjelaskan pameran KKI merupakan sebuah festival yang dirancang dengan format seperti sebuah selebrasi perayaan kesuksesan UMKM binaan/mitra Bank Indonesia di berbagai daerah.

Hingga saat ini, terdapat 898 UMKM binaan/mitra BI, di antaranya 91 UMKM yang telah menembus pasar ekspor dengan nilai penjualan mencapai Rp1,4 triliun dalam satu tahun terakhir dan lebih dari 355 UMKM telah memanfaatkan platform digital dalam pemasarannya serta 173 UMKM telah mendapatkan pembiayaan perbankan.

KKI juga merupakan wujud komitmen Bank Indonesia dalam mendukung UMKM sebagai pilar perekonomian dan langkah strategi BI dari segi pemasaran untuk menghubungkan UMKM dengan tiga pihak, yaitu "international buyer", korporasi skala global, dan desainer yang memiliki akses ke pasar internasional.

Pada area pameran kain/kerajinan, kata Achris, stand dari Kantor Perwakilan BI NTB dirancang sedemikian rupa yang mencerminkan konsep sinergi produk antar UMKM dari hulu ke hilir dalam rangka memaksimalkan kekayaan kain/kerajinan unggulan NTB.

Sebanyak 15 produk UMKM ditampilkan, terdiri atas 7 UMKM kategori kain dan 8 UMKM kategori kerajinan.

"Produk-produk kreatif yang ditampilkan memiliki nilai otentik/original, memiliki nilai budaya, mengangkat citra daerah, memiliki nilai ekonomis tinggi, dan berkualitas ekspor," ujarnya.

Untuk kategori kain, lanjut Achris, ditampilkan kain tenun khas dari setiap kabupaten/kota di NTB, antara lain kain tenun Pringgasela, dan kain tenun Kembang Kerang, Kabupaten Lombok Timur.

Selain itu, kain tenun Batu Jai, Kabupaten Lombok Tengah, kain tenun Gumise, Kabupaten Lombok Barat, kain tenun Bayan, Kabupaten Lombok Utara, kain tenun Bima, dan kain tenun Sumbawa.

Untuk kategori kerajinan, menampilkan mutiara, kerajinan ketak, dan produk turunan dari kain tersebut diatas seperti tas tenun, dasi tenun, dompet tenun, dan sepatu tenun karya UMKM binaan BI NTB serta "ready to wear" karya desiner binaan Bank Indonesia.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar