NTB dan BI berkolaborasi bentuk unit promosi investasi bernama LSIRU

id NTB,Bank Indonesia,Unit Promosi Investasi,Lombok Sumbawa Investor Relation Unit ,Lombok ,Sumbawa

Sejumlah alat berat beroperasi di areal proyek pembangunan Terminal Gili Mas, di Kecamatan Lembar, Kabupaten Lombok Barat, NTB, yang merupakan salah satu investasi PT Pelindo III dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi provinsi tersebut. (ANTARA/Awaludin) (1)

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia berkolaborasi akan membentuk unit promosi investasi yang diberi nama Lombok Sumbawa Investor Relation Unit (LSIRU).

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB H Lalu Gita Aryadi, mengatakan pembentukan unit promo investasi ini diinisiasi Tim Promosi Ekonomi Daerah (TPED) NTB yang terdiri dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia, DPMPTSP, Bappeda, dan Dinas Pariwisata.

"Kami mengusulkan pembentukan tim ini tidak hanya terkait investasi. Namun juga Tim Promosi Ekonomi Daerah, sehingga selain investasi juga akan mendorong pembiayaan dan perdagangan, serta pariwisata. Sehingga beberapa dinas/lembaga perlu dilibatkan, seperti Dinas Komunikasi, Informasi, dan Statistik, serta perbankan," ujar Lalu Gita Ariadi di Mataram, Minggu.

Ia menjelaskan, unit ini nantinya akan mensinergikan upaya bersama dalam meningkatkan promosi investasi dan komunikasi dengan investor terkait potensi investasi dan kebijakan/komitmen Pemda NTB yang sangat terbuka terhadap investasi.

Miq Gita sapaan akrabnya mengemukakan investasi dan promosi perlu untuk terus didorong di NTB. Sebab tantangan investasi ke depan untuk provinsi di luar Pulau Jawa semakin besar. Hal ini seiring dengan semakin baiknya infrastruktur jalan tol yang semakin baik yang menghubungkan sejumlah daerah di Pulau Jawa. Sehingga investasi di Pulau Jawa masih menarik bagi investor.

Karena itu, menurut Miq Gita, NTB perlu memperkuat dan memasifkan promosi, komunikasi dan kerja sama dengan dunia usaha dan bisnis. Disamping juga terus berbenah, baik melengkapi infrastruktur dan konektivitas wilayah serta berbagai fasilitas untuk mendukung aktivitas sosial dan bisnis maupun memperbaiki kualitas pelayanan publik dan iklim yang kondusif. Sehingga daya tawar dan daya tarik (attracktiveness) investasi dapat ditingkatkan.

"Pada pertemuan awal tersebut, telah dibahas bentuk dan kelembagaan LSIRU, mekanisme kerja dan upaya-upaya untuk mempromosikan investasi kepada investor baik luar maupun dalam negeri," terangnya.

Kepala Perwakilan BI-NTB, Achris Sarwani, mengatakan gagasan dan sinergi antar lembaga untuk menarik investor, selama ini sudah mulai terwujud. Hal tersebut, kata Achris diwujudkan antara melalui One on One_meeting dengan calon investor di Forum Investasi di Yogyakarta tahun 2018.
Pihaknya bersama DPMPTSP NTB, dan PT ITDC (Persero) ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Begitu pula pertemuan dengan calon investor asal USA yang hadir di NTB tahun 2018, juga telah terbangun sinergi antara Pemerintah Provinsi NTB, Kantor Perwakilan Bank Indonesia, dan PT ITDC (Persero) serta pelaku usaha guna memperkenalkan potensi investasi daerah ini.

Untuk itu, ia berharap kedepan OPD/lembaga terkait dapat meningkatkan komitmen kerjasama dan menssupport upaya promosi secara lebih masif dengan dukungan data dan sajian informasi yang valid kepada calon investor.

"Untuk itu perlu ditetapkan mekanisme kerja bersama dan juga jadwal pertemuan reguler sebagai bagian proses kerja tim promosi ekonomi daerah," jelas Achris Sarwani.

Sementara Kepala Bappeda NTB Wedha Magma Ardhi, mengatakan core ekonomi di Provinsi NTB, terletak pada dua sektor yakni pertanian dan pariwisata yang kedepan diarahkan untuk hilirisasi komoditas pertanian. Untuk itu, Ardhi memandang penting dibentuknya suatu unit yang dapat menjembatani kepentingan daerah untuk mempromosikan potensi investasi daerah kepada investor secara tepat dan masif sehingga ujungnya akan dapat meningkatkan angka realisasi investasi sekaligus berkontribusi pada perbaikan perekonomian NTB.

Ia meyakini perekonomian NTB kedepan akan mengalami dinamika dengan makin kompleksnya peluang sekaligus tantangan yang akan dihadapi. Menurutnya, program dalam rangka hilirisasi komoditas utama, pengendalian inflasi, dan pengentasan kemiskinan perlu untuk segera diimplementasikan. Di sisi lain, pembiayaan terhadap proyek strategis memerlukan pembiayaan dan investasi yang tidak sedikit.

"Investment, financing, trade/ manufacture menjadi modal bagi pengembangan ekonomi ke depan," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar