Jakarta kemarin, udara tidak sehat sampai ajakan antikantong plastik

id Jakarta, Kemarin, Udara, Antiplastik

Ilustrasi udara Jakarta pada pagi hari. (Antara/Katriana)

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah peristiwa di wilayah Jakarta terjadi pada Selasa (30/7). Mulai dari kualitas udara ibu kota yang masih tidak sehat, pencegahan peredaran narkoba di kampus oleh Satgas Anti Narkoba hingga ajakan Gubernur Anies kepada pengelola masjid untuk menghindari kantong plastik.

Berikut rangkuman berita metropolitan yang disajikan oleh LKBN ANTARA.

Kualitas udara di Ibu Kota Jakarta hingga Selasa siang pukul 13.00 WIB berada pada angka 161 kategori tidak sehat dengan parameter PM2.5 konsentrasi 74 ug/m3 berdasarkan US Air Quality Index (AQI) atau indeks kualitas udara.

Berdasarkan laman resmi AirVisual, hanya kawasan Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia yang kualitas udara sedikit lebih baik dibanding titik lainnya yaitu 146 dengan parameter PM2.5 konsentrasi 54 ug/m3.

Meskipun demikian, kualitas udara di sekitar kawasan Kedutaan Besar Amerika Serikat masih termasuk kategori tidak sehat untuk kalangan grup sensitif.

Selengkapnya bisa dibaca di sini.

Terkait upaya pencegahan peredaran narkoba, Satuan Tugas Anti Narkoba di kampus membantu dalam pencegahan peredaran narkoba yang saat ini semakin marak dalam lingkungan pendidikan.

"Kita di sini ada sekitar 30 orang sebagai anggota dan pengurus aktif Satgas Anti Narkoba," kata Ketua Satuan Tugas Anti Narkoba Universitas Krisnadwipayana Willsen Pangestu, saat dihubungi di Jakarta Pusat, Selasa.

Selengkapnya bisa dibaca di sini.

Menjelang Hari Raya Idul Adha, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau para pengurus masjid untuk tidak menggunakan kantong plastik saat membagikan daging hewan kurban.

Anies ketika menghadiri acara penutupan pelatihan pengelola masjid dan pelepasan petugas pemeriksa kesehatan hewan serta daging kurban, di Ruang Serba Guna, Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam Jakarta (PPIJ), Selasa, mengajak para pengelola masjid menerapkan tata cara pemotongan hewan kurban yang ramah lingkungan.

"Tahun ini kita menggalakkan bahan-bahan yang ramah lingkungan seperti menghindari penggunaan plastik yang berwarna hitam. Gunakan bahan yang bisa didaur ulang seperti besek yang terbuat dari bambu. Plastik itu sekali pakai, tapi kalau besek bisa dibersihkan dan digunakan untuk kebutuhan lainnya," kata Anies.

Selengkapnya bisa dibaca di sini.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar