Aksi seni peran anak berkebutuhan khusus nan memukau

id penyandang disabilitas

Aksi anak berkebutuhan khusus dalam acara "Nonton Bareng Inklusif" film pendek Alma di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Jumat (26/7). (Apip Sutardi)

Mataram (ANTARA) - Ternyata para anak berkubutuhan khusus, tidak perlu ditatap dengan raut kesedihan. Mereka menunjukkan kemampuannya nan ciamik dalam film pendek berjudul "Alma" produksi Yayasan Lombok Care bekerja sama dengan sutradara Nusa Tenggara Barat Trish Pradana.

Dalam acara "Nonton Bareng Inklusif" film pendek Alma pada Jumat (26/7) di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, telah memberikan hiburan tersendiri bagi para penontonnya termasuk penyandang disabilitas yang turut hadir dalam acara itu.

Bahkan Gubernur NTB Zulkieflimansyah dan didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTB dan Kepala Taman Budaya Provinsi NTB, turut hadir dalam acara tersebut. Acara itu juga disuguhi hiburan berupa musik, puisi, serta talkshow dengan crew dan pemain film.
Aksi anak berkebutuhan khusus dalam acara "Nonton Bareng Inklusif" film pendek Alma di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Jumat (26/7). (Apip Sutardi)


Pimpinan Yayasan Lombok Care, Apip Sutardi mengutip pernyataan Gubernur NTB bahwa NTB sudah seharusnya menjadi rumah yang nyaman bagi penyandang disabilitas.

Karena itu, ia mengharapkan melalui film pendek itu bisa menjadi tontonan edukatif yang dapat mengubah pandangan masyarakat tentang anak berkebutuhan khusus.

Mereka sama dengan anak lainnya yang punya semangat kuat untuk menggapai cita-citanya asal diberi kesempatan untuk menunjukan potensi yang dimiliki, katanya.

"Antusiasme masyarakat terhadap film Alma sendiri cukup tinggi dimana dari 528 tiket yang disediakan ludes terjual sebelum hari penayangan," katanya.
Aksi anak berkebutuhan khusus dalam acara "Nonton Bareng Inklusif" film pendek Alma di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Nusa Tenggara Barat, Jumat (26/7). (Apip Sutardi)
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar