Petugas PLN tetap siaga saat Idul Adha

id PLN,Idul Adha

Petugas PLN UIW NTB siaga menjaga pasokan listrik saat Idul Adha 1440 Hijriah. (Foto Humas PLN UIW NTB)

Mataram (ANTARA) - Saat hampir seluruh masyarakat Indonesia merayakan Idul Adha bersama keluarga, sedikit orang yang harus tetap bekerja demi kenyamanan dan kepentingan bersama.

Muhammad Natsir salah satunya. Pegawai PLN Unit Pelaksana Penyaluran dan Pengatur Beban (UP3B) Mataram tersebut bertugas menjaga pasokan listrik di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Idul Adha 1440 Hijriah. 

PLN UP3B Mataram merupakan unit yang memiliki fungsi mengawasi dan mengatur penyaluran distribusi listrik dari pembangkit ke jaringan transmisi 150 kiloVolt (kV) dan jaringan distribusi 20 kV. Di ruang pusat kontrol yang bernama "Lombok Control Center", secara terus menerus selama 7x24 jam pegawai PLN yang dikenal dengan istilah "dispatcher" untuk mengatur kontinuitas pasokan listrik di sisi 150 kV dan 20 kV dengan sistem shift (bergantian).

Apabila terjadi gangguan pasokan listrik, dispatcher bertugas memulihkan pasokan listrik secepat mungkin.

Meskipun tidak dapat berkumpul dengan keluarga, Natsir dengan sukacita menyambut Idul Adha di tempatnya bekerja. Bahkan menurutnya, bahagia di hari raya akan lebih terasa jika bisa menjaga listrik di rumah pelanggan tetap menyala.

"Diniatkan ibadah saja, menerangi masyarakat. Saya senang kalau masyarakat bahagia karena listrik dari kita menyala," ujar Natsir.

Muhammad Natsir hanyalah salah satu dari banyak pegawai PLN yang menjalankan tugas mulia menjaga keandalan pasokan listrik saat hari raya. Di sisi pembangkitan, para operator pembangkit juga rela berjaga demi pasokan daya listrik tetap ada. 

Di sisi pelayanan, para petugas pelayanan teknik siaga di unit jika suatu saat dibutuhkan oleh pelanggan.  Sekalipun hari raya, mereka tetap ikhlas bekerja demi terjaganya kontinyuitas pasokan listrik untuk senyum pelanggan Bumi Gora. 
 

*Kondisi Sistem Kelistrikan NTB pada Idul Adha 2019

Kelistrikan di NTB terbagi dalam tiga sistem kelistrikan, diperkuat dengan 18 gardu induk dan 5.595 gardu distribusi, serta mampu melayani lebih dari 1,4 juta pelanggan.

Saat Idul Adha, sistem kelistrikan Lombok memiliki daya mampu mencapai 230 MW dengan beban puncak siang sebesar 162 MW, sistem kelistrikan Sumbawa memiliki daya mampu mencapai 80 MW dengan beban puncak sebesar 35 MW, dan sistem kelistrikan Bima memiliki daya mampu mencapai 49 MW dengan beban puncak siang sebesar 34 MW. 

"Pasokan daya listrik di seluruh NTB selama Idul Adha cukup. Mudah-mudahan listriknya selalu aman," kata General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB, Rudi Purnomoloka.

Selama libur Idul Adha PLN UIW NTB juga meniadakan pemeliharaan terencana agar masyarakat dapat nyaman menggunakan listrik. 

"Untuk pemeliharaan, sudah kita maksimalkan di hari sebelumnya. Jadi untuk hari ini tidak ada. Personil kami 24 jam dalam 7 hari akan tetap siaga. Doakan agar semua aman, sehingga masyarakat bisa menikmati listrik dengan nyaman," ucap Rudi. 

*Pasokan Listrik Normal Saat Idul Adha, Warga Apresiasi PLN

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) NTB, Muhammad Husni, menyampaikan apresiasinya kepada PLN yang telah menjaga keandalan pasokan listrik selama perayaan Idul Adha.

"Tentunya PLN perlu kita apresiasi, meskipun libur Idul Adha seperti ini, mereka tetap siaga untuk menjaga listrik," kata Husni.

Husni mengaku selalu berkoordinasi dengan jajaran manajemen PLN UIW NTB untuk memastikan kondisi kelistrikan di NTB aman dan tercukupi.

Apresiasi juga diberikan oleh Ahmad Subaidi, salah satu warga Ampenan, Kota Mataram. Dirinya menilai peningkatan layanan kelistrikan di NTB selalu terasa dari tahun ke tahun. Terlebih saat hari-hari penting, PLN selalu siaga menjaga pasokan listrik.

"Alhamdulillah dari semalam malam takbir, sampai pagi tadi saat salat Idul Adha listrik menyala, tentu ini berkat saudara-saudara kita di PLN yang bekerja menjaga pasokan listrik," tutur Ahmad.

Ahmad Subaidi juga salah seorang warga yang melihat langsung bagaimana perjuangan petugas PLN dengan cepat bisa memulihkan kelistrikan.

"Kalau ingat saat gempa, listrik itu termasuk cepat pulihnya, tidak sampai saty hari sudah menyala. Meskipun saat itu mereka juga bisa dibilang sebagai korban, namun saya lihat sendiri mereka dengan sigap melakukan upaya penormalan listrik," tutur Ahmad.
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar