MUI NTB: jauhi berita hoaks sumber pemicu konflik antar-umat beragama

id Ketua MUI NTB,Antaranews NTB

MUI NTB: jauhi berita hoaks sumber pemicu konflik antar-umat beragama

Ketua MUI NTB yang juga menjabat Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB, Prof Syaiful Muslim (Latif)

Mataram (ANTARA) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Nusa Tenggara Barat mengimbau masyarakat NTB untuk menghindari berita hoaks sebagai pemicu konflik antar-umat beragama yang berkepanjangan.



“Jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas dengan membuat isu-isu tandingan di media sosial kemudian menyebarkan ke khalayak pengguna sosial media yang mengakibatkan kegaduhan antar umat bergama,  harus ada tahap pengklarafikasian ,“ kata Ketua MUI NTB yang juga menjabat Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) NTB, Prof Syaiful Muslim, Selasa.



Dikatakan, faktor terbesar yang memicu terjadinya konflik antar umat beragama saat ini, yakni, merebaknya informasi hoaks yang mengandung propaganda di media sosial.



Ia menambahkan akibat merebaknya informasi hoaks di media sosial juga, menjadi pemicu berbagai konflik yang menimbulkan ketidak harmonisan dalam kehidupan umat beragama.



“Contohnya sekarang ada pemotongan video ceramah singkat Ustaz Abdul Somad yang tersebar di media sosial tentang pembahasan salib dan patung yang dianggap menyinggung keyakinan agama Kristen, “ katanya.



Ia menegaskan kembali kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya NTB untuk menjaga kerukunan antar-umat beragama serta menjunjung sikap toleransi antar-sesama.



“Kita jaga ukhuwah, ukhuwah itu ada tiga, ukhuwah Islamiyah, ukhuwah Wathoniyyah dan ukhwah Bashariyyah. Ukhuwah Islamiyyah adala saling tolong menolong antara sesama muslim dan juga tidak boleh melupakan ukhuwah wathoniyyah yaitu persaudaraan setanah air, siapapun mereka yang ada di NKRI ini adalah saudara kita begitu pula dengan ukhuwah bashariyyah, kita saling menjunjung tinggi rasa kemanusiaan di antara umat manusia,” katanya.



 

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar