KAHMIPreneur: Mandalika harus menjadi penggerak utama perekonomian wilayah

id KAHMIPreneur,Mandalika,Lombok

Founder KAHMIPreneur Kamrussamad, memberikan pemaparan ketika menjadi nara sumber dalam LK III Himpunan HMI Nusra, di gedung Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kota Mataram, NTB, Kamis (22/8/2019). ANTARA/Awaludin

Mataram (ANTARA) - Founder KAHMIPreneur Kamrussamad berharap Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, bisa menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal itu diungkapkan Kamrussamad dihadapan peserta Latihan Kader (LK) III Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)  Nusa Tenggara (Nusra), di gedung Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (BP Paud dan Dikmas) Kota Mataram, NTB, Kamis. 

"Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika harus menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi wilayah dan mampu mewujudkan daya saing Nusa Tenggara Barat dan Indonesia secara keseluruhan," katanya di sela memberikan materi LK III HMI.

Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 52 tahun 2014 untuk menjadi kawasan pariwisata.

Kawasan Mandalika berdiri di lahan seluas 1.035 hektar yang dikerjakan oleh PT Indonesia Tourism Development Corporate (ITDC), BUMN yang sebelumnya telah berhasil membangun kawasan pariwisata Nusa Dua di Bali. 

Jika dilihat lokasinya, Mandalika sangat strategis. Berjarak 30 menit dari Bandara Internasional Lombok, terbentang mulai dari Pantai Kuta, Pantai Seger, hingga Pantai Tanjung Aan. Selain itu, terdapat Pantai Kuta yang terkenal dengan pasir putih dan air laut yang jernih, lengkap dengan latar belakang pemandangan bukit yang menjadi pintu masuk KEK Mandalika. 

Sisi lain terdapat potensi wisata sosial dengan adanya masyarakat Desa Adat Sade, dan Desa Adat Ende khas masyarakat Sasak, penghuni asli Pulau Lombok yang berada tak jauh dari KEK Mandalika.

Kamrussamad menilai dengan adanya KEK Mandalika, diharapkan menjadi terobosan bagi kawasan-kawasan sekitar Mandalika untuk meningkat secara perekonomian.

"Melalui KEK Mandalika, kita harapkan dapat mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, mengurangi kesenjangan ekonomi, kesenjangan antar wilayah, dan menciptaakan daya saing perekonomian Indonesia," ucap Kamrussamad dalam pelatihan LK III HMI Nusra. 

Mengutip dari situs kek.go.id milik Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus Republik Indonesia, nilai investasi yang diperlukan pembangunan KEK Mandalika sebesar Rp2,2 triliun dan diprediksi mampu menarik investasi hingga Rp28,63 triliun di tahun 2025. 

Potensi dampak perekonomian diperkirakan mampu menyumbang hingga Rp7,5 triliun bagi ekonomi nasional. Sektor tenaga kerja dengan adanya KEK Mandalika diproyeksikan mampu menyerap 58.700 orang.
Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar