Pasangan suami istri tersandung kasus narkoba menangis di persidangan

id Pasutri,narkoba

Sepasang suami istri (pasutri), Julian Prandiko dan Mentari di vonis belasan tahun pada sidang di Pengadilan Negeri Kelas IA, Tanjungkarang, Bandarlampung, Kamis,  (20/9) . (Foto: Antaralampung.com/Ardiansyah) (Foto: Antaralampung.com/Ardiansyah/)

Mataram (ANTARA) - Pasangan suami istri,  Sanusi dan Sintia,  menangis tersedu-sedu di hadapan Majelis Hakim pada saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Mataram ruang sidang Tirta, Kamis, dalam perkara kepemilikkan 21 pohon ganja yang disembunyikan dalam jerigen.

Kedua pasutri menunjukan ekspresi sedih ketika dinasehati oleh Ketua Majelis Hakim Putu Rajendra yang menyesalkan atas perbuatan yang mereka lakukan.

“Kalian adalah orangtua yang seharusnya memberikan contoh baik kepada anak-anak kalian, apakah kalian tidak malu, hukuman ini berat, lebih dari 5 tahun hukuman penjara, masih banyak pekerjaan halal yang bisa kalian lakukan” Kata Ketua Majelis Hakim, Putu Rajendra pada saat di persidangan.

“Kalian lebih baik, bekerja di pasar walaupun hanya mendapatkan 20 ribu atau 50 ribu perhari daripada kalian bekerja  seperti ini,” katanya.

Dalam kesaksian kedua pasutri tersebut, mengaku tidak mengetahui jerigen plastik 27 liter tersebut, berisi 21 pohon ganja.

“Saya tidak tahu isi jerigen plastik 27 liter,  berisi 21 pohon ganja, saya hanya disuruh sama Ridwan yang baru saya kenal 2 minggu yang lalu untuk diambilkan paketannya, kemudian saya simpan di kos-kosan lantai 3 Jalan Gunung Merapi Dasan Agung Kota mataram,” kata terdakwa Sanusi.

“Saya merasa jera dan tidak mudah percaya lagi kepada seseorang yang baru saya dikenal,” ujarnya.

Modus kejadian tersebut bermula pada saat saya dimintai bantuan oleh Chandra, untuk mencarikan motor untuknya. Dua pekan kemudian, dirinya bertemu dengan Chandra yang saat ini menjadi buronan polisi dan meminta bantuan kembali.

Bantuan kali ini, yakni untuk mengambil paket kiriman dari Alex yang merupakan rekan Chandra. Dia mengaku tidak tahu menahu isi dari jerigen tersebut.

Sementara itu, sidang akan dilanjutkan pada Kamis (29/8) mendatang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi. 
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar