Pelatih timnas Simon menilai Malaysia standar tinggi

id Simon McMenemy

Pelatih timnas Simon menilai Malaysia standar tinggi

Pelatih tim nasional Indonesia Simon McMenemy (kiri) memberikan keterangan kepada media usai memimpin latihan skuatnya di hari pertama pemusatan latihan (TC) untuk Kualifikasi zona Asia Piala Dunia 2022 di Stadion Pakansari, Cibinong, Jawa Barat, Kamis (22/8/2019). (Michael Siahaan)

Mataram (ANTARA) -  Pelatih Timnas Simon McMenemy menyebut Malaysia bertandar tinggi saat menghadapi Yordania dalam laga uji coba di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Jumat (30/8).

"Malaysia mampu memainkan sepak bola dengan standar tinggi," ujar Simon usai memimpin latihan tim di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin malam tadi.

Simon menyaksikan langsung pertandingan yang dimenangkan Yordania 1-0 itu.

Dia ingin memantau kekuatan Malaysia menjelang melawan Indonesia di Grup G Kualifikasi zona Asia Piala Dunia 2022, Kamis ini di SUGBK.

Meski menyebut Malaysia bermain dengan kualitas baik, pria asal Skotlandia itu menganggap Yordania tidak bermain maksimal.

Yordania dinilai Simon tidak serupa cara bermainnya dengan Yordania yang menaklukkan skuatnya 4-1 dalam laga persahabatan FIFA di Amman, Yordania, Selasa (11/6).

"Skuat Yordania yang datang ke Malaysia sepertinya agak sedikit kelelahan, berbeda dengan Yordania yang pernah mengalahkan kami," kata Simon.

Simon juga mendapatkan gambaran lain dari pengalamannya menonton pertandingan Malaysia versus Yordania tersebut sehingga sedikit dapat memperkirakan bagaimana laga tandang Indonesia di Malaysia pada 19 November 2019.

"Suasana Stadion Bukit Jalil itu agak sedikit berbeda dengan Jakarta. Lebih kecil dan itu menjadi tantangan nanti ketika kami melawan Malaysia di sana," kata Simon.

Indonesia berada di Grup G bersama Malaysia, Vietnam, Thailand dan Uni Emirat Arab.

Ujian pertama Indonesia adalah menghadapi Malaysia Kamis ini di GBK, disusul lima hari kemudian di stadion sama, menjamu Thailand.
Pewarta :
Editor: Ihsan Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar