FAPBI: 13 Tokoh Nasional Layak Jadi Menteri

id FAPBI

FAPBI: 13 Tokoh Nasional Layak Jadi Menteri

Koordinator Nasional Forum Alumni Penerima Beasiswa Indonesia (FAPBI) Noerhadi Adnan (Foto: Istimewa)

Mataram (ANTARA) - Forum Alumni Penerima Beasiswa Indonesia (FAPBI) mengusulkan 13 tokoh nasional menjadi anggota Kabinet Kerja Pemerintahan Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin periode 2019-2024.
       
Siaran pers Koordinator Nasional FAPBI Noerhadi Adnan yang diterima di Jakarta, Selasa menyebutkan, 13 sosok yang dinilai layak menjadi Menteri itu adalah para tokoh nasional yang potensial, berintegritas, dan berjiwa Pancasila.
       
Selain itu para tokoh dimaksud adalah figur yang kompeten di bidangnya masing-masing, dan mereka pada masa lalunya pernah menerima beasiswa dari lembaga-lembaga beasiswa yang berbeda.
       
Status para tokoh nasional itu beraneka ragam. Saat ini ada yang menjabat sebagai Menteri, mantan Menteri, pejabat tinggi negara dan anggota Parlemen serta Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS).      
       
Menurut Noerhadi, FAPBI itu sendiri adalah wadah berhimpunnya para alumni penerima beasiswa dari berbagai lembaga beasiswa di Indonesia.
       
Para tokoh yang layak dan diusulkan menjadi anggota Kabinet Kerja Pemerintahan Jokowi-KH Ma'ruf Amin itu adalah, pertama, Jenderal TNI (Purn.) Dr. H. Moeldoko, S.I.P. sebagai Menko bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Moeldoko saat ini menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Kedua, pakar hukum tatanegara Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud MD diusulkan sebagai Jaksa Agung. Mahfud sebelumnya pernah menduduki berbagai jabatan penting, antara lain Ketua Mahkamah Konstitusi, Menteri Pertahanan, dan anggota DPR RI.

Ketiga, Prof. Dr. Bambang P.S. Brodjonegoro diusulkan kembali menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Saat ini Bambang masih menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional.

Keempat, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar, M.A. (Imam Besar Masjid Istiqlal) diusulkan sebagai Menteri Agama. Nasaruddin sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Menteri Agama.

Kelima, Prof. Dr. Ir. H. Asep Saefuddin, M.Sc. (Rektor Universitas Al-Azhar Indonesia) diusulkan sebagai Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

Keenam, Prof. Drs. Suyanto, M.Ed., Ph.D. (Mantan Dirjen Manajemen Dikdasmen Depdikbud) diusulkan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Ketujuh Prof. Dr. Ir. Sudarsono Hardjosoekarto, S.H., M.A diusulkan sebagai Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Sudarsono adalah mantan Sekretaris Jendral Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Kedelapan, pengusaha yang juga Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Tohir diusulkan menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora).

Kesembilan, Dr. Hendri Saparini sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hendri Saparini saat ini menjabat sebagai anggota Komite Ekonomi dan Industri Nasional.
       
Kesepuluh, Ir. Archandra Tahar, M.Sc., Ph.D diusulkan  sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Saat ini Archandra menjabat sebagai Wakil Menteri ESDM.
       
Kesebelas, Prof. Ir. Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., I.P.U. (Rektor Universitas Gadjah Mada) diusulkan sebagai Wakil Menteri ESDM.
       
Keduabelas, Dr. Ir. Nining Sri Astuti, M.A. (Pendiri UKM Center Universitas Indonesia) diusulkan sebagai Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah.
       
Ketiga belas atau yang terakhir H. Hayono Isman, S.I.P diusulkan menjadi Menteri Sosial. Hayono adalah politisi senior yang pernah menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia pada Kabinet Pembangunan VI (1993-1998).