Serang Polisi, pencuri ternak sapi akhirnya tewas ditembak di Desa Tumbang Nusa

id penembakan

Polisi menggelandang komplotan spesialis pencuri ternak kambing di halaman Mapolres Tulungagung, Rabu (21/8/2019). (IST)

Mataram (ANTARA) - KH, pelarian yang juga pelaku dugaan tindak pidana pencurian sapi dan penyerangan terhadap anggota polisi akhirnya berakhir tragis. Pelaku tewas ditembak lantaran melawan saat penyergapan di tempat persembunyiannya di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan pada Rabu (11/9) dini hari.

Jenazah pelaku kemudian dibawa menggunakan ambulan RSUD Brigjen H Hasan Basry Kandangan menuju kamar mayat RSUD Ulin Banjarmasin dan tiba pada Rabu siang.

Kepala Bidang Humas Polda Kalimantan Selatan Komisaris Besar Polisi Mochamad Rifa'i membenarkan jika pelaku sudah berhasil ditangkap dalam keadaan meninggal dunia.
"Pelaku membawa senjata api dan sempat terjadi baku tembak karena menolak untuk menyerah," kata Rifa'i.

Diketahui kasus yang menjerat pelaku bermula dari pencurian ternak sapi pada Minggu (1/9) di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.

Kemudian pada Sabtu siang (7/9), polisi mendapat informasi keberadaan pelaku di kawasan Panyipatan, Kabupaten Tanah Laut.

Sehingga tim Polres Pulang Pisau dibackup Polres Tanah Laut dan Polda Kalsel melakukan penyergapan hingga terjadi baku tembak dan pelaku kabur menghilang masuk hutan.

Saat polisi menyergap mobil itu, seorang anggota Polsek Panyipatan terkena luka tembak dan satu anak berinisial NP juga kritis terkena peluru nyasar dari baku tembak antara pelaku dan petugas hingga kemudian meninggal dunia.

Diketahui dalam mobil yang ditumpangi pelaku, terdapat satu orang dewasa dan dua anak kecil yang tidak terlibat dalam kasus yang menjerat pelaku.

Pemburuan pun dilakukan polisi selama lima hari hingga berhasil menemukan pelaku di sebuah pondok dalam hutan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kalsel AKBP Afebrianto Widhi Nugroho yang memimpin pengejaran tak bersedia memberikan keterangan saat ditemui Antara di Kamar Mayat RSUD Ulin Banjarmasin.

Pada sisi lain, anggota yang tertembak bernama Brigadir Polisi Ruvi Susanto masih dirawat intensif di RSUD Ulin Banjarmasin.

Mochamad Rifa'i menyatakan, korban berada di Ruang ICU (Intensive Care Unit) untuk membantu memulihkan kondisi pasien yang mengalami cidera serius di punggung akibat luka tembak.

"Alhamdulilah korban sudah sadar dan bisa diajak berkomunikasi. Namun belum bisa dipindah ke kamar, jadi masih di ICU," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Ihsan Priadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar