Bagaimana Klopp cegah Liverpool tidak terpeleset?

id Jurgen Klopp,Jurgen Klopp Liverpool,Jurgen Klopp Muda,Jurgen Klopp Wife,Frank Lampard,Liverpool,Premier League,Liga Inggris

Bagaimana Klopp cegah Liverpool tidak terpeleset?

Manajer Liverpool Juergen Klopp dalam sesi latihan di Melwood, Liverpool, Inggris, Kamis (12/9/2019). (liverpoolfc.com)

Jakarta (ANTARA) - Beberapa waktu lalu, usai Liverpool menang melawan Southampton dalam laga pekan kedua Liga Inggris, sang manajer Juergen Klopp mengatakan bahwa semua pihak tengah menunggu The Reds terpeleset.

Hal yang sama tentu diharapkan oleh sebagian besar pesaing mereka dalam perburuan Liga Inggris, terutama juara bertahan Manchester City, saat kompetisi kembali digelar akhir pekan ini selepas jeda pertandingan internasional hampir dua pekan lamanya.

Di atas kertas, Liverpool tentu tak akan memiliki kesulitan berarti untuk mengatasi Newcastle United saat menjamu lawannya itu dalam laga pekan kelima, Sabtu (14/9).

Ada riak-riak kecil yang sempat coba dibesar-besarkan oleh media ketika Liverpool menang atas Burnley dua pekan lalu, yakni ekspresi tak puas Sadio Mane saat ia ditarik keluar yang pangkalnya pada keputusan Mohamed Salah tak membagi bola.

Namun, sebagaimana Klopp tak mau membesar-besarkannya, James Milner juga memberi gambaran bahwa keintiman ruang ganti tak begitu terpengaruh atas luapan emosi tengah laga tersebut dalam unggahan sarat canda di instagram pribadinya.

Liverpool hanya butuh bermain seperti biasanya untuk bisa meraih tiga poin penuh ketika menjamu Newcastle, yang masih dibalut ketidakyakinan bahwa Steve Bruce adalah sosok tepat pengganti Rafa Benitez.

Sementara itu, City-nya Pep Guardiola akan bertandang ke markas Norwich City. Meski Aymeric Laporte diperkirakan bakal absen hingga awal tahun 2020, City sebagai sebuah tim tidaklah langsung mendapat pukulan telak atas situasi tersebut.

Kevin de Bruyne baru saja pulang dari penampilan gemilangnya bersama Belgia, termasuk mengemas tiga assist disertai satu gol kala menghajar Skotlandia, dan jelas hal itu bakal jadi motivasi besar baginya ketika kembali membela City.

Satu-satunya yang harus diantisipasi dari Norwich adalah Teemu Pukki, namun segemilang apapun dia, rekan-rekannya sejauh ini belum banyak membantu tim promosi itu mengawali musim yang baik di kasta tertinggi.

Di luar dua tim pesaing terkuat juara, Chelsea, Manchester United dan Tottenham Hotspur akan melakoni pertandingan pekan kelima mereka pada hari yang sama, Sabtu (14/9).

Dua bintang muda Tammy Abraham dan Mason Mount jelas akan tetap menjadi andalan, jika tak mau disebut nyawa permainan, dari Frank Lampard ketika bertandang ke markas Wolverhampton.

Baca juga: Abraham dan Mount bayar lunas kepercayaan Lampard

Hanya saja, Chelsea harus mengantisipasi Wolverhampton yang masih mencari momentum kebangkitan dan kemenangan perdananya di Liga Inggris, setelah tim besutan Nuno Espirito Santo itu menyibukkan diri dengan misi besar mengakhiri puasa kompetisi Eropa empat dasawarsa.

Di lain pihak, United yang pertahanannya masih rawan meski sudah dihuni bek termahal dunia Harry Maguire bakal mendapat tantangan berat saat menjamu Leicester City di Old Trafford.

Kedatangan Brendan Rodgers pada Februari lalu cukup merejuvenasi juara 2015/16 tersebut dengan mengandalkan kehadiran bintang asal Belgia Youri Tielemans. Namun, Ole Gunnar Solskjaer punya alasan untuk tetap optimistis sebab Rodgers cuma pernah menang sekali dalam tujuh kali lawatan ke Old Trafford, yakni pada musim 2013/14, sisanya semua berujung kekalahan.

Sedangkan Mauricio Pochettino tentu berharap kondisi ruang ganti sudah kondusif menyusul kepastian Christian Eriksen menetap untuk setidaknya hingga bursa transfer musim dingin nanti.

Masalah Tottenham sekarang adalah absennya rekrutan anyar mereka Giovani Lo Celso hingga Oktober mendatang, namun kegemilangan Harry Kane bersama Inggris diharapkan bisa tetap dipertahankan kala menjamu Crystal Palace.

Palace boleh jadi tengah berada dalam kondisi mental terbaik menyusul keberadaan mereka di empat besar klasemen sementara, namun sejauh mana Roy Hodgson bisa mempertahankan optimalisasi terbaik Wilfried Zaha adalah persoalan lain.

Pada hari Minggu (15/9), Unai Emery yang terus bereksperimen dengan penuh ketekunan berharap proses adaptasi Nicolas Pepe segera membuahkan hasil baik untuk menciptakan perpaduan trio berbahaya bagi Arsenal bersama Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette.

Arsenal akan bertandang ke markas Watford, tim lain yang belum kunjung memetik kemenangan dan baru saja memecat Javi Gracia dan menunjuk kembali Quique Sanchez Flores sebagai penggantinya.

Flores punya kesempatan kedua untuk menangani Watford setelah hanya diberi waktu semusim pada 2015/16 dengan hasil yang tak begitu mengecewakan sebagai sebuah tim promosi kala itu.

Watford pecat Gracia, angkat lagi Sanchez Flores

Berikut jadwal Liga Inggris pekan kelima (dalam WIB, tuan rumah disebut pertama):

Sabtu (14/9) petang hingga Minggu (15/9) dini hari
Liverpool vs Newcastle United
Tottenham Hotspur vs Crystal Palace
Manchester United vs Leicester City
Sheffield United vs Southampton
Brighton & Hove Albion vs Burnley
Wolverhampton vs Chelsea
Norwich City vs Manchester City

Minggu (15/9) malam hingga Senin (16/9) dini hari
Bournemouth vs Everton
Watford vs Arsenal

Selasa (17/9) dini hari
Aston Villa vs West Ham United
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar