Aspako Lombok mendukung pemerintah tindak tegas aplikator RTG nakal

id aplikator nakal,aspako lombok,suplai kayu rika

Aspako Lombok mendukung pemerintah tindak tegas aplikator RTG nakal

Proses pembuatan bahan baku pembangunan RTG jenis Rika di Dusun Monggal Atas, Lombok Utara, NTB, Kamis (19/9/2019). (ANTARA/Dhimas BP)

Mataram (ANTARA) - Asosiasi Pengusaha Kayu Lokal (Aspako) Lombok, Nusa Tenggara Barat, mendukung pemerintah mengambil tindakan tegas terhadap aplikator Rumah Tahan Gempa (RTG) nakal.

Ketua Aspako Lombok Samsul Bahri di Mataram, Kamis menyambut positif langkah pemerintah menindak tegas para apalikator RTG nakal yang masih bersikeras membangun rumah korban gempa dengan produksi kayu lokal.

"Jika ada aplikator nakal yang menggunakan kayu lokal dan tidak sesuai ketentuan, kami sangat mendukung upaya tegas pemerintah untuk melakukan penindakan. Sudah sepatutnya pemerintah tidak membayar jika ada aplikator menggunakan kayu lokal," kata Ramos sapaan akrab Ketua Aspako Lombok tersebut.

Terkait dengan distribusi kayu untuk rumah korban gempa, Aspako Lombok tetap memegang komitmennya untuk mengikuti ketentuan pemerintah, yakni dengan mendatangkan kayu luar daerah yang legal dengan jenis kayu kelas dua awet dua.

Bahkan Aspako Lombok, tegas Ramos, tetap akan membantu para pengusaha kayu lokal dalam masa transisi pembangunan RTG berbahan kayu tersebut.

"Kita ini putra daerah yang ingin membangun kembali hunian berkualitas baik untuk saudara-saudara kita yang menjadi korban gempa di Lombok. Yang tidak kalah pentingnya, Aspako Lombok ingin membangun kembali kearifan lokal yang sudah terbukti tangguh dengan kondisi daerah yang rawan gempa," ujarnya.

Untuk menjamin kualitas yang terbaik dalam pembangunan RTG jenis rumah instan kayu (rika), Aspako Lombok sudah mendatangkan "grader" kayu bersertifikat resmi. Pelayanan dan kualitas terbaik untuk pembangunan RTG jenis rika, menjadi prioritas kerja Aspako Lombok.

"Untuk memastikan dan menjamin kualitas terbaik, kami menggaransi lima tahun rumah-rumah kayu yang dibangun anggota Aspako Lombok," ucapnya.

Tidak itu saja, Aspako Lombok juga memberikan kebebasan masyarakat memilih sendiri kualitas kayu yang akan mereka pakai.

"Pokoknya kami mau yang terbaik untuk masyarakat," ujar Ramos.

Lebih lanjut, Ramos menjelaskan bahwa sampai sekarang sudah banyak kayu yang didatangkan dari Sumatera dan Kalimantan. Melalui Aspako Lombok, kayu sebanyak 30 tronton atau sekitar 1.120 kubik telah disiapkan.

"Sejauh ini kami sudah membangun 257 unit RTG jenis rika. Semua unit RTG rika ini tersebar di empat kecamatan, Pemenang, Tanjung, Gangga, dan Kayangan. Insyaallah dalam waktu dekat kami akan masuk wilayah Kecamatan Bayan," kata M. Biqi Buchari, Sekertaris Aspako Lombok, menambahkan.

Sementara itu, Hendro Pranoto, Ketua Pokmas Dusun Monggal Atas, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, mengaku hampir sebagian besar warganya memang memilih RTG jenis rika.

Menurut pantauan Hendro, Ketua Pokmas Monggal Atas, dalam kurun waktu 1,5 bulan ini kelompoknya sudah menyelesaikan 50 unit RTG jenis rika.

"Seperti korban gempa Lombok Utara juga, warga Monggal Atas lebih memilih RTG berbahan kayu. Kami lebih yakin, RTG berbahan kayu akan lebih tahan dari jenis RTG lain," kata Hendro.

Sesuai spesifikasi yang ditetapkan pemerintah, kata Hendro, kayu yang digunakan jenis kruing, keranji batu, dan kempas.

"Ini jenis-jenis kayu terbaik. Dan kami ingin yang terbaik untuk masyarakat," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar