Enam parpol sepakat borong pimpinan AKD DPRD NTB

id Parpol,NTB

Enam parpol sepakat borong pimpinan AKD DPRD NTB

Ketua DPW PKB NTB, H. Lalu Hadrian Irfani

Mataram (ANTARA) - Enam partai politik sepakat berkoalisi untuk memborong seluruh pimpinan alat kelengkapan dewan (AKD) di DPRD Nusa Tenggara Barat.

Ketua DPW PKB H. Lalu Hadrian Irfani di Mataram, Rabu, mengatakan enam partai politik (parpol) yang telah sepakat membetuk koalisi bersama mengambil pimpinan AKD tersebut, terdiri dari Partai Golkar, Gerindra, PKS, PPP, Demokrat dan PKB.

"Kesepakatan ini kita ambil bukan lagi berbicara antar fraksi, tapi sudah hasil musyawarah antar pimpinan parpol," ujarnya.

Ia menyatakan, koalisi bersama ini tanpa mengikutkan tiga fraksi lain yang terdiri dari beberapa parpol. Di antaranya Fraksi Partai NasDem, Fraksi PAN yang di dalamnya termasuk Partai Berkarya, dan Fraksi Gabungan Bintang Perjuangan Nurani Rakyat (FBPNR), terdiri dari PBB, PDIP, dan Hanura.

"Sebetulnya kami sudah mencoba mengundang untuk berkomunikasi, tapi sampai koalisi terbentuk rupanya tidak mendapat respon," terang Hadrian.

Hadrian menegaskan, koalisi enam parpol tersebut tidak akan berubah hingga pemilihan dan penetapan AKD yang menurut rencana akan disahkan di dalam sidang paripurna DPRD NTB, Jumat (11/10).

"Mudahan bisa solid sampai pemilihan," ucapnya.

Meski demikian, Ketua Fraksi PKB di DPRD NTB tidak menampik jika ada perdebatan dalam penyusunan AKD bersama mitra koalisi. Terutama terkait komposisi yang nantinya akan ditempatkan di masing-masing komisi dan badan.

"Memang ada perdebatan tapi setelah kita bermusyawarah masing-masing menerima. Karena, untuk penyusunan pimpinan AKD ditentukan berdasarkan perolehan kursi dan suara di masing-masing parpol," jelas Hadrian.

"Misalkan Golkar lebih banyak itu wajar dan semua menerima karena dari sisi kursi dan suara mereka lebih banyak. Kalau kita mau minta kan juga tidak elok karena kita sadar diri, tapi sekedar bocoran PKB dapat Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda)," ungkapnya.

Disinggung, apakah koalisi akan terus langgeng terlebih dalam koalisi enam parpol tersebut tidak menyertakan beberapa parpol lain yang tergabung dalam sejumlah fraksi? Hadrian menegaskan bahwa koalisi tersebut merupakan koalisi jangka panjang bukan koalisi sementara saat ada pembentukan AKD.

"Yang jelas koalisi ini tetap solid, karena kami sudah memperhitungkan semuanya. Kalaupun ada riak-riak sudah biasa, namanya dinamika dan itu wajar. Tapi pada intinya semua fraksi solid bangun NTB lebih baik kedepan," katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar