Polda Bali menyelidiki paket senjata api asal China

id Polda Bali, senjata api asal China

Polda Bali menyelidiki paket senjata api asal China

Senjata Api dengan lima butir peluru, dengan pengirim asal China. (Antara/Ayu Khania Pranisitha/2019)

Denpasar (ANTARA) - Kepala Bidang Humas Polda Bali, Hengky Widjaja mengatakan bahwa petugas kepolisian tengah menyelidiki lebih mendalam terkait dengan ditemukannya paket senjata api asal China di Kantor Bea Cukai Ngurah Rai cabang Kantor Pos Besar, Renon, Denpasar.

"Senjata api ini dikirim via paket dalam bentuk terurai, nah kemarin dari Bea Cukai sudah menyerahkan ke Polda Bali, dan sekarang masih menunggu hasil lab, ngecek handphone milik penerima, mengecek medsosnya dan memeriksa saksi lingkungan tempat tinggalnya," kata Hengky saat dikonfirmasi melalui telepon, di Denpasar, Selasa.

"Penerima paket belum bisa dinyatakan sebagai tersangka karena masih menunggu hasil labfor," lanjut Hengky.

Ia mengatakan bahwa barang tersebut sudah diperiksa menggunakan mesin X – Ray. Saat dengan diperiksa, tampilan dari paket tersebut mencurigakan sehingga dilanjutkan dengan pemeriksaan secara manual oleh petugas Bea Cukai.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan kartu alamat nomor RQ858571105CN tertempel di dalam kemasan amplop warna coklat tersebut, dengan penerima atas nama Agung Gde Soerya.

Penerima paket tersebut beralamat Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara.

"Motifnya penerima ini memesan senpi itu karena tertarik dengan warna emas dari senjata api ini untuk pajangan di kamar," jelas Hengky.

Sedangkan untuk pengirimnya dengan No 1208 Baise Road Wish Storehouse Xuhui District Shanghai China 200237, yang berisi 1 set diduga senpi atau airsoft gun dalam keadaan terurai dan 5 butir diduga amunisi.

Atas perbuatannya penerima paket tersebut dikenakan Tindak Pidana Pasal 1 ayat (1) UU RI No 12/Darurat/1951.

“Selanjutnya barang bukti sedang dalam pemeriksaan lebih lanjut di laboratorium forensik,”ucap Hengky Widjaja.

Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar