Gubernur NTB pernyataan Menpora soal MotoGP Mandalika sebuah motivasi

id Gubernur NTB,Zulkieflimansyah,Menpora,Zainudin Amali,MotoGP,Lombok,NTB,MotoGP Mandalika,Sirkuit Mandalika,KEK Mandalika

Gubernur NTB pernyataan Menpora soal MotoGP Mandalika sebuah motivasi

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Zulkieflimansyah. (ANTARA/Nur Imansyah/dok).

Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat, H. Zulkieflimansyah menanggapi santai pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, bahwa penyelengaraan MotoGP Mandalika 2021 bisa saja dipindah ke Jawa Timur karena sirkuit yang akan di bangun di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika di Kabupaten Lombok Tengah tersebut belum memperlihatkan tanda-tanda kejelasan.

Gubernur yang akrab di panggil Doktor Zul ini tidak meyakini, bahwa statemen tersebut dilontarkan oleh Menpora, sebab diakui  dirinya sangat mengenal betul Menpora Zainudin Amali.

Namun Doktor Zul menegaskan ucapan Menpora seperti dirilis sejumlah media hendaknya di jadikan sebagai penyemangat atau motivasi untuk menyelesaikan pembangunan sirkuit dan persoalan yang masih ada.

"Saya kenal baik Pak Menpora. Beliau nggak bermaksud begitu. Itu justru jadi penyemangat kita agar nggak ada lagi masalah di sini. Nggak mungkin beliau ngomong begitu, yakin saya," kata Doktor Zul melalui pesan singkat WhatsApp di Mataram, Senin.

Gubernur NTB menilai, kemungkinan Menpora belum mendapatkan informasi secara utuh tentang progress terakhir pembangunan sirkuit MotoGP Mandalika di Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).

"Mungkin pak menteri belum dapat info tentang progress terakhir," katanya.

Baca juga: Penyataan Menpora soal MotoGP Mandalika lukai masyarakat NTB

Bupati Lombok Tengah, H. Moh Suhaili FT menyesalkan pernyataan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainudin Amali yang menyampaikan penyelengaraan MotoGP Mandalika 2021 bisa saja dipindah ke Jawa Timur.

"Menpora ini menteri baru dan bukan pihak atau orang yang terlibat langsung dalam hal ini. Jadi beliau itu belum tahu sebetulnya," kata Suhaili.

Ketua DPD Partai Golkar NTB ini, menjelaskan, sudah sejak awal sering menyampaikan banyak daerah di Indonesia yang menginginkan sirkuit MotoGP ada di daerahnya, namun pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan Dorna Sports SL selaku pemegang hak siar MotoGP telah memutuskan penyelenggaraan MotoGP 2021 dilaksanakan di sirkuit Mandalika, Lombok, NTB.

"Bapak Presiden Jokowi dan Dorna dari Francis telah menyetujui dan menetapkan lokasi MotoGP di Indonesia yaitu di KEK Mandalika Kuta, Lombok Tengah, NTB. Keputusan Pemerintah RI dan Dorna ini tidak bisa diganggu gugat atau di rubah oleh pihak manapun dan siapapun, apalagi oleh Gubernur Jawa Timur dan Menpora," kata Suhaili.

Baca juga: Menpora bilang soal MotoGP bisa saja dipindahkan ke Jatim, Bupati Loteng kecewa

Sebelumnya, saat meninjau dan berkeliling di lokasi pembangunan sirkuit Mandalika, Senin (28/10/2019) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, CEO Dorna Sports SL, Carmelo Ezpeleta mengaku puas setelah melihat progres pembangunan sirkuit Mandalika. Bahkan, dirinya optimis setelah sirkuit selesai di bangun, sirkuit Mandalika akan menjadi sirkuit jalan raya terindah di dunia.

"Ini akan menjadi sirkuit jalan raya pertama terindah di dunia," ujarnya.

Selain puas dengan progres pembangunan sirkuit yang nantinya memiliki panjang lintasan 4,31 km dan berisikan 17 tikungan tersebut, CEO Dorna Sport Carmelo Ezpeleta, optimis pembangunan sirkuit Mandalika akan selesai dibagun sesuai jadwal yang telah ditetapkan, sehingga penyelenggaraan MotoGP Mandalika dapat digelar pada 2021.

"Kami yakin pembangunan dapat selesai tepat waktu, apalagi Indonesia merupakan salah satu penggemar Moto GP terbesar di dunia," katanya.

Baca juga: CEO Dorna optimistis MotoGP Mandalika datangkan banyak penonton









 
Pewarta :
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar