XL Axiata mengedukasi mahasiswa Unram tentang teknologi IoT

id XL Axiata,Unram,Teknologi IoT

XL Axiata mengedukasi mahasiswa Unram tentang teknologi IoT

Head of Transport Network XL Axiata (kiri), memberikan cenderamata kepada Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Mataram, Agus Purbathin Hadi, di sela kuliah umum dengan tema "Digital Leadership In Internet Of Things Era" di Mataram, Kamis (7/11/2019). ANTARA/Awaludin

Mataram (ANTARA) - PT XL Axiata mengedukasi mahasiswa Universitas Mataram (Unram), Nusa Tenggara Barat, tentang teknologi Internet of Thing (IoT) yang akan menjadi platform untuk menopang era revolusi industri 4.0 dan kini sudah mulai diimplementasikan di sebagian sektor industri.

Kuliah umum dengan tema "Digital Leadership In Internet Of Things Era" yang diikuti seratusan mahasiswa dipusatkan di gedung Rektorat Unram, di Mataram, Kamis.

Hadir sebagai pembicara Head of Transport Network XL Axiata, Wisnu Wardhana, dan Head of IoT Innovation & Enablement, Boy Wicaksono. Turut hadir juga Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Unram, Agus Purbathin Hadi.

Head of IoT Innovation & Enablement, Boy Wicaksono mengatakan, revolusi industri 4.0 muncul dari berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi khususnya internet of things, blockchain, cloud computing, dan kecerdasan buatan.

Menurut dia, perkembangan teknologi yang sangat pesat tidak bisa dihindari, seperti keberadaan smartphone dan internet yang ada saat ini, semakin lama akan semakin memperngaruhi semua orang.

"Dulu-dulu kita mungkin masih bisa menghindarinya, dengan sama sekali tidak bersentuhan dengan yang berbau internet. Tapi, sekarang ketika semua urusan harus diselesaikan melalui yang namanya internet, mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri. Begitu juga nanti dengan IoT, di mana teknologi ini menawarkan berbagai kemudahan, efisiensi, dan produktivitas di saat yang bersamaan untuk berbagai macam kebutuhan," katanya.

Boy menambahkan dengan memahami aspek-aspek perkembangan teknologi digital termutakhir, maka masyarakat akan mengetahui cara menyesuaikan diri.

Karena laju perkembangan teknologi tak mungkin dibendung, kata dia, maka respon yang paling tepat adalah menyesuaikan diri dan mendapatkan manfaat dari teknologi tersebut.

Jika masyarakat memaksakan diri untuk melawan atau menghalanginya maka dia sendiri yang akan terlindas roda zaman. Hal itu bisa dilihat dari banyaknya bisnis yang kini gulung tikar atau mengalami kesulitan karena tidak segera melakukan transformasi di saat era digital telah berkembang.

"Bahkan ada pula raksasa-raksana bisnis yang kini tak terdengar lagi kiprahnya karena terlambat dalam menyesuaikan diri," ujarnya.

Di tingkat individu, lanjut Boy, pemahaman mengenai perkembangan teknologi juga akan memandu masyarakat untuk mengetahui apa saja peluang di masa depan yang bisa dimasuki.

Ketika era industri 4.0 sudah semakin teradaptasi di Indonesia nanti, bidang apa saja yang memiliki peluang untuk berkarir, keahlian apa saja yang perlu dimiliki, hingga pendidikan apa saja yang relevan.

Hal itu perlu diketahui oleh masyarakat karena era Industri 4.0 menuntut proses industri yang hampir sepenuhnya terkoneksi dengan internet, sehingga tenaga manusia akan berkurang di berbagai bidang.

Ia menyatakan bahwa revolusi industri 4.0 yang memungkinkan terintegrasinya elemen cyber dan fisik secara bersamaan diyakini akan berdampak pada munculnya banyak model bisnis baru, perubahan rantai nilai, produktiftas tanpa henti, bahkan sampai pada pola didik untuk menghasilkan keahilian yang berbeda dari sebelumnya.

Dalam menghadapi tantangan itu, selain penguasaan teknologi mutakhir, juga dituntut perubahan pola pikir.

Untuk itu, XL Axiata berpartisipasi ikut mempersiapkan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang IoT dengan mengajak serta sejumlah perguruan tinggi untuk memanfaatkan fasilitas di laboratorium IoT "XCamp" milik XL Axiata.

"Program ini sebagai bagian untuk membangun ekosistem IoT di Indonesia," ucap Boy.

XCamp diresmikan pada November 2018 sebagai Lab IoT terlengkap yang dimiliki operator dan menjadi satu-satunya Lab IoT yang tergabung di GSMA Lab Alliance di Kawasan Asia Tenggara.

Saat ini, X-Camp telah menjalin kerjasama dengan sejumlah kampus terkemuka di Indonesia, termasuk diantaranya Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Brawijaya Malang, Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, dan menyusul beberapa universitas lainnya sebagai bagian program X-Camp Lab Alliance untuk bersama-sama membangun ekosistem IoT secara berkesinambungan.

Bersamaan dengan acara kuliah umum, XL Axiata juga menyalurkan program Gerakan Donasi Kuota (GDK) untuk Universitas Mataram. Dengan donasi kuota data tersebut, para mahasiswa bisa langsung mengakses internet cepat untuk menunjang kegiatan belajar mengajar.

Bersamaan dengan program tersebut, XL Axiata melalui karyawan yang tergabung di divisi Unified Network menjalankan program XL Berbagi di Panti Asuhan Yayasan Peduli Anak dengan memberikan XL Home Router Gerakan Donasi Kuota dan Laptop layak pakai dua unit, serta lunch box untuk anak-anak yatim piatu.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar