Jadi pemicu genangan ketika hujan, penutup saluran Jalan TGH Faisal Sweta dibongkar

id genangan,hujan,mataram

Jadi pemicu genangan ketika hujan, penutup saluran Jalan TGH Faisal Sweta dibongkar

Tim dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, melakukan pembongkaran penutup saluran yang memicu terjadinya genangan di Jalan TGH Faisal. (Foto: ANTARA News/Nirkomala.ist)

Mataram (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, melakukan pembongkaran penutup saluran di Jalan TGH Faisal Sweta, karena dinilai menjadi pemicu genangan ketika terjadi hujan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram Miftahurrahman di Mataram, Rabu, mengatakan, setelah dilakukan evaluasi terhadap kondisi saluran, ternyata aliran air terhambat karena saluran inti ke arah sungai ditutup menggunakan dinding plat oleh warga.

"Karena itulah, hari ini kami meminta tim untuk melakukan pembongkaran agar saat hujan air bisa mengalir langsung ke sungai," katanya kepada sejumlah wartawan.

Dikatakan, selain akibat penutupan saluran tersebut genangan hingga mencapai 30 sentimeter di sekitar Jalan TGH Faisal, juga dipicu karena adanya cekungan dan penutup lubang "grill" yang relatif kecil.

Sementara air yang datang dari kampung Lendang Lekong cukup besar sehingga terjadi antrean air, meskipun setelah beberapa menit air sudah bisa mengalir seperti biasa namun kondisi itu cukup mengganggu.

Kondisi serupa juga terjadi di Jalan Brawijaya, "grill" kecil tidak sebanding dengan air yang banyak karena intensitas hujan tinggi.

"Genangan hanya terjadi sekitar 20-30 menit, setelah hujan reda" sebutnya.

Menurutnya, jika melihat dari kondisi saluran drainase yang merupakan bagian dari jalan nasional itu, rata-rata sudah bersih dari sampah. Pasalnya, timnya jauh-jauh hari sebelum musim hujan tiba aktif melakukan pembersihan.

Di samping itu, untuk memastikan titik genangan tidak menjadi titik banjir, pihaknya telah menyiagakan petugas agar siaga ketika terjadi hujan dan melakukan upaya menangan segera untuk menjaga aliran air bisa tetap mengalir ke sungai.

Pasukan biru juga disebar pada sejumlah titik yang terindikasi berpotensi terjadi genangan. Seperti di Tanah Haji, Karang Buaye, Lingkar Selatan dan Ampenan.

"Insya Allah, setelah penutup saluran kita bongkar, air bisa mengalir lebih cepat dan tidak menimbulkan genangan lagi," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar