AU Chile menemukan puing pesawat yang diduga dari pesawat hilang

id Hercules hilang,AU Chile,laut Antartika,puing pesawat ditemukan

AU Chile menemukan puing pesawat yang diduga dari pesawat hilang

Pesawat Hercules tipe C-130 milik Angkutan Udara Chile yang diperkirakan hilang di atas bentangan laut yang dingin antara Amerika Selatan dan Antartika. (en.wikipedia.org)

Santiago (ANTARA) - Angkatan Udara Chile mengatakan pada Rabu bahwa mereka telah menemukan puing-puing yang diyakini berasal dari pesawat kargo militer yang jatuh minggu ini dengan 38 orang di atas bentangan laut yang dingin antara Amerika Selatan dan Antartika.

Puing-puing itu ditemukan 30 kilometer (18,6 mil) arah selatan tempat pesawat itu melakukan kontak terakhir, Angkatan Udara mengatakan dalam sebuah pernyataan. Bagian-bagian yang ditemukan akan dianalisis untuk menentukan apakah itu milik pesawat kargo Hercules C-130.

Kementerian Pertahanan Brasil juga mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa salah satu kapalnya telah menemukan barang-barang pribadi dan puing-puing yang kompatibel dengan pesawat, sekitar 500 km (311 mil) dari kota Argentina selatan Ushuaia di Patagonia.

Pesawat itu, yang menuju pangkalan di Antartika, menghilang tak lama setelah lepas landas Senin malam dari kota selatan Punta Arenas di Patagonia Chili. Angkatan Udara menyimpulkan pagi-pagi keesokan harinya bahwa pesawat itu pasti jatuh, mengingat jumlah jam yang hilang.

"Kami akan melanjutkan pencarian dan berharap untuk hasil yang lebih baik," Jenderal Angkatan Udara Eduardo Mosqueira, yang telah memimpin upaya pencarian, mengatakan kepada wartawan.

Penyebab kecelakaan itu tidak diketahui dan para pejabat mengakui peluang tipis untuk menemukan orang yang selamat.

Sebelumnya pada Rabu, militer Chile mengirim jet tempur dalam pencarian diperluas setelah gelombang besar bergulir di Selat Drake yang dingin dan awan rendah telah mempersulit misi sehari sebelumnya, kata pihak berwenang.

Penerbangan itu, yang mengangkut 17 anggota awak dan 21 penumpang, seperti biasa hingga saat itu hilang, kata Mosqueira.

Wilayah di mana pesawat itu lenyap adalah belantara lautan yang luas, sebagian besar tak tersentuh, yang dihuni penguin di tepi benua Amerika Selatan dengan kedalaman 3.500 meter (11.500 kaki).

Militer menggunakan kapal-kapal Angkatan Laut dengan mengaktifkan sonar untuk mendeteksi adanya kelainan di kedalaman, Mosqueira mengatakan, menambahkan bahwa mereka telah mendirikan batas empat segi empat untuk membantu mengatur pencarian. Kapal-kapal dari Argentina dan Brasil membantu, katanya.

Sumber: Reuters


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar