Eiger akan melaksanakan Ekspedisi Merah Putih di Gunung Hkakaborazi

id Gunung Hkakaborazi,Ekspedisi Merah-Putih

Eiger akan melaksanakan Ekspedisi Merah Putih di Gunung Hkakaborazi

Anggota tim Ekspedisi Merah-Putih menuju Gunung Hkakaborazi (dari kiri ke kanan), Sofyan Arif Fesa, Iwan Irawan, Fransisca Dimitri,Mayjend Asrobudhi, Galih Donikara, Fandi Ahmad, dan Nurhuda berfoto bersama di toko Eiger, Radio Dalam, Jakarta, Kamis (12/12/2019).(ANTARA/A Rauf Andar Adipati)

Jakarta (ANTARA) - Produsen perlengkapan petualangan tropis Eiger akan melaksanakan Ekspedisi Merah Putih dengan melakukan pendakian di Gunung Hkakaborazi, Myanmar.

"Salah satu kegiatan untuk mengenalkan Indonesia ke luar negeri adalah melalui kegiatan-kegiatan penjelajahan. Ini juga merupakan salah satu kolaborasi antara sipil dan militer, sebagaimana yang pernah dilakukan Prabowo Subianto saat memimpin tim mendaki Himalaya," kata ketua umum ekspedisi Mayor Jenderal Asrobudhi.

Ketua pelaksana ekspedisi, Galih Donikara, menyatakan Gunung Hkakaborazi sudah pernah didaki oleh sejumlah tim. Namun, dalam upayanya mencapai puncak, tidak semua tim berhasil melakukannya. Bahkan, tim North Face dan National Geographic pernah gagal mencapainya.

Semula ekspedisi tersebut akan dilakukan pada Juli sampai Agustus 2020. Namun, melihat laporan dari institusi berwenang di Myanmar yang mengatakan bahwa pada Agustus daerah itu akan diguyur hujan, kemungkinan pelaksanaannya akan digeser menjadi dimulai pada 17 Agustus.

Ekspedisi itu menargetkan dapat mengibarkan bendera Merah-Putih di puncak Gunung Hkakaborazi sebagai hadiah ulang tahun Republik Indonesia ke-75.

Gunung Hkakaborazi merupakan puncak tertinggi di Asia Tenggara. Gunung ini memiliki ketinggian 5.881 meter di atas permukaan laut dengan medan yang lengkap dan berbahaya.

Tidak seperti Everest atau gunung-gunung lain yang lebih populer, Hkakaborazi menawarkan tantangan yang jauh lebih ekstrim.

Di Hkakaborazi, hutannya masih belum dijamah manusia dan dipenuhi binatang-binatang liar. Selain itu, tidak ada jasa porter di sana.

Terdapat enam orang pendaki yang akan menjalankan ekspedisi ini, yakni Iwan Irawan, Sofyan Arif Fesa, Nurhuda, Fandi Achmad, Putri Handayani, dan Francisca Dimitri.

Selain keenam pendaki dari Indonesia, dua orang pendaki Myanmar juga akan turut serta.

Untuk mempersiapkan diri, para pendaki telah melakukan berbagai persiapan sejak Juni 2019.

Persiapan yang dilakukan meliputi survei perizinan, pelatihan fisik, sampai penyesuaian iklim. Saat ini, tim telah menyelesaikan latihan teknik pendakian gunung es dan salju di Mount Cook, Selandia Baru.

Selanjutnya tim ekspedisi akan melakukan penjelajahan Hutan Tropis Gunung Raung di Jawa Timur, Gunung Halimun dan Gede Pangrango di Jawa Barat.

Setelah melakukan persiapan dan latihan di gunung-gunung dalam negeri, tim ekspedisi akan kembali melakukan latihan di luar negeri, yakni di Pangrang Razi, Myanmar, dan Gunung Kangteng Ri, Kazakhstan.

Ketua tim pendakian, Iwan Irawan, tidak mau sesumbar bahwa timnya akan mampu mencapai tujuan ke puncak Hkakaborazi.

"Saya punya keyakinan 75 persen dalam persiapan, 25 persen sisanya berharap yang terbaik. Terus berlatih supaya yang 25 persen itu dapat menjadi pencapaian yang luar biasa," pungkasnya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar