Komisi I DPR minta pemerintah mengatasi blankspot di Lombok sebelum MotoGP

id DPR RI,Komisi I,Blankspot,Jaringan Internet,Lombok,MotoGP,MotoGP Mandalika,MotoGP 2021,NTB,Kemeninfo RI

Komisi I DPR minta pemerintah mengatasi blankspot di Lombok sebelum MotoGP

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Bambang Kristiono (HBK) bersama anggota Komisi I DPR RI Helmi Faishal Zaini saat melakukan kunjungan kerja untuk melihat dari dekat fasilitas Base Transerver Station (BTS) yang dibangun Badan Aksesibilitas dan Informasi (BAKTI) Kominfo RI di Desa Mekarsari, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). (ANTARA/Istimewa/dok)

Lombok Tengah, NTB (ANTARA) - Komisi I DPR  meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Informasi untuk segera mengatasi permasalahan blankspot di Lombok, Nusa Tenggara Barat sebelum penyelengaraan MotoGP 2021.

Hal ini mencuat saat rombongan Komisi I DPR RI di antaranya Wakil Ketua Komisi I DPR RI, H. Bambang Kristiono (HBK), Helmi Faishal Zaini, Abdul Kadir Karding, Jazuli Juwaini dan Lodewijk Paulus melakukan kunjungan kerja untuk melihat dari dekat fasilitas Base Transerver Station (BTS) yang dibangun Badan Aksesibilitas dan Informasi (BAKTI) Kominfo RI di Desa Mekarsari, Kabupaten Lombok Tengah.

Dalam keterangan tertulis diterima wartawan di Mataram, Jumat, Wakil Ketua Komisi I DPR Bambang Kristiono (HBK), mengatakan ia bersama Komisi I DPR RI datang untuk memastikan pelayanan internet bagi masyarakat juga wisatawan yang akan datang saat event MotoGP Mandalika 2021 digelar berjalan baik dan sesuai yang diharapkan.

"Kedatangan kami ke sini adalah untuk melihat layanan yang diberikan pemerintah bisa berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan," ujarnya.

HBK ingin agar event MotoGP memberikan kenyamanan yang baik bagi wisatawan, melalui segala aspek termasuk pelayanan internet gratis.

"NTB sebentar lagi akan menjalankan event yang bersifat internasional, karena itu kehadiran Komisi I DPR ingin memastikan bahwa layanan terhadap masyarakat juga tamu asing bisa berjalan seperti yang kita harapkan," jelas HBK yang juga merupakan anggota DPR RI dari Dapil Pulau Lombok .

Sementara itu, anggota Komisi 1 DPR RI lain perwakilan Pulau Lombok, Helmi Faishal Zaini mengatakan masih ada beberapa titik yang menjadi lokasi favorit dikunjungi wisatawan yang belum terjangkau dengan internet atau blankspot, sehingga dia meminta Kominfo RI untuk membenahi masalah ini.

"Setelah kita melakukan survei, ternyata di daerah-daerah yang hotspot-nya bagus untuk wisatawan banyak yang blankspot. Saya menitipkan pesan kepada Menkominfo untuk segera membenahi titik-titik yang masih blankspot ini, jangan sampai tamu yang mau kirim foto , malah enggak ada sinyal," katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Lombok Tengah, Lalu Fathul Bahri mengucapkan terimakasih pada Komisi I DPR RI dan BAKTI Kominfo yang telah memberikan pelayanan internet gratis pada masyarakat di Lombok Tengah.

"Saya ucapkan terimakasih kepada Komisi I DPR RI dan BAKTI Kominfo. Hampir 12 desa dan beberapa pondok pesantren telah dibantu oleh BAKTI Kominfo dimana internet yang ada di desa-desa, sudah banyak yang masuk," ucapnya.

Namun demikian, Wabup Lalu Pathul Bahri menyoroti soal masih banyaknya titik-titik yang blankspot karena tidak terjangkau oleh internet. Dia meminta persoalan tersebut diatasi mengingat Lombok Tengah ke depan akan menjadi tujuan wisata nasional juga internasional.

"Titik blankspot di Lombok Tengah ini masih banyak, hampir 30 titik. Ini membutuhkan perhatian kita semua, lebih-lebih Lombok Tengah sudah menjadi tujuan wisata, karena 2021, Isyaa Allah Marquez, Valentino Rossi, Pedrosa akan datang di Lombok Tengah," ujarnya.

"Tamu kita nanti hampir 150 ribu, ini membutuhkan akses layanan internet yang besar karena sekarang orang belanja saja membutuhkan dukungan internet", katanya.

Menanggapi itu, Direktur Sumber Daya dan Administrasi BAKTI Kominfo, Fadhilah Mathar mengatakan terkait banyaknya titik-titik yang masih blankspot, pihaknya akan segera membenahi.

"Kami sangat apresiasi, begitu ada masukan atau kritikan, kami akan melakukan perbaikan," terang Fadhilah.

Menurut dia, kendala yang saat ini terjadi, Kominfo juga masih kesulitan untuk mencari lokasi strategis dalam membangun BTS. Meski demikian, untuk wilayah NTB saat ini, telah terbangun 52 BTS yang memberikan pelayanan internet cuma-cuma.

"Sudah ada terbangun 52 BTS yang memberikan pelayanan internet cuma-cuma," katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar