Ketua IIP BUMN apresiasi IIKT tangani stunting di Babel

id kasus stunting

Ketua Ikatan Istri Pejabat BUMN, Eri Imam Aprianto saat mengunjungi keluarga balita stunting di Kelurahan Tuatunu Kota Pangkalpinang, Minggu sore (ANTARA/Aprionis)

Pangkalpinang (ANTARA) - Ketua Ikatan Istri Pejabat BUMN, Eri Imam Aprianto mengapresiasi Ikatan Istri Karyawan Timah (IIKT) menangani anak penderita stunting di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, guna membebaskan provinsi penghasil bijih timah itu dari stunting.

"Kita berharap IIKT tidak hanya melakukan penanganan stunting selama tiga bulan, tetapi program ini terus berlanjut hingga tidak ada lagi kasus stunting di daerah ini," kata Eri Imam Aprianto saat mengunjungi keluarga balita stunting di Pangkalpinang, Minggu sore.

Ia mengatakan Ibu Negara Republik Indonesia, Iriana  telah melakukan langkah-langkah pencegahan stunting, yaitu melalui perbaikan pola makan, pola hidup, asuh, sanitasi dan pentingnya Posyandu sebagai garda depan pencegahan stunting.

Baca juga: PR beban stunting dan BPJS Kesehatan pemerintahan Jokowi-Amin

"Ini program pemerintah, terutama Ibu Iriana Jokowi dan organisasi-organisasi perempuan untuk membebaskan generasi penerus bangsa ini dari stunting," ujarnya.

Menurut dia program pencegahan stunting yang telah dilakukan IIKT selama tiga bulan terakhir ini tentu belum kelihatan hasilnya. Setidaknya, selama tiga tahun program pencegahan dan penanganan stunting ini baru terlihat hasilnya.

"Kalau tiga bulan tentu belum kelihatan dan mudah-mudahan IIKT terus menindaklanjuti program pencegahan stunting hingga tidak ada lagi anak-anak yang mengalami kekerdilan di daerah ini," katanya.

Ketua Umum Ikatan Istri Karyawan Timah, Elise mengatakan dalam tiga bulan terakhir telah menangani 58 orang anak-anak penderita stunting di wilayah operasional PT Timah Tbk tersebar di Kabupaten Bangka, Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Belitung dan Kota Pangkalpinang.

"Penanganan stunting yang dilakukan IIKT wilayah operasional perusahaan dengan kunjungan rumah, wawancara untuk menggali informasi awal untuk mengetahui penyebab stunting pada anak, posyandu dan observasi yang dilakukan oleh dokter," ujarnya. 

Baca juga: Cegah kekerdilan dengan perilaku hidup sehat
Baca juga: BKKBN intensif kampanye 1.000 hari pertama cegah kekerdilan
Baca juga: Ketua PKK Lampung ajak kader jadi motor penggerak atasi stunting

 

Pewarta : Aprionis
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar