Korem 172/PWY gelar latihan penanggulangan bencana alam

id Korem 172/PWY,penanggulangan bencana

Personel TNI dibantu warga ketika mengangkat korban dalam latihan penanggulangan bencana alam yang dilaksanakan oleh Korem 172/PWY di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (12/12/2019). (ANTARA/HO-Penrem 172/PWY)

Jayapura (ANTARA) - Korem 172/PWY menggelar pelatihan penanggulangan bencana alam yang melibatkan sejumlah pemangku kepentingan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua.

Komandan Korem (Danrem) 172/PWY Kolonel Inf J Binsar P Sianipar di Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis, mengatakan kegiatan itu merupakan bagian dari program kerja yang sudah direncanakan jauh hari sebelumnya.

"Seharusnya kami gelar pada awal triwulan keempat tetapi karena ada dinamika kegiatan di lapangan maka baru bisa dilaksanakan pada Desember ini. Intinya kita mau melatih seluruh prajurit, para pejabat di jajaran Korem 172/PWY dan kodim hingga koramil bagaimana menanggulangi bencana, sehingga bisa melakukan dengan prosedur yang benar," katanya.

Latihan tersebut juga, kata dia, untuk mensinkronkan pemahaman tentang tugas penanggulangan bencana ini di wilayah, sehingga menggandeng BPBD dan Basasarna Jayapura, ORARI, Pemda Jayapura dan sejumlah tokoh masyarakat dan warga sekitar yang memiliki kompetensi terkait hal itu.

"Sehingga bisa menjadi salah satu format bagi kita untuk bisa mensinergi semua unsur yang ada di wilayah, agar ketika terjadi bencana semua tidak gagap dan bingung. Apalagi di hari pertama dan kedua bencana, itu masuk dalam masa emas atau golden periode yang perlu dilakukan penanganan yang cepat," katanya.

Baca juga: Korem 172/PWY dukung pelaksanaan baksos TNI/Polri di perbatasan

Baca juga: 14 prajurit Korem 172/PWY naik pangkat di Hari Kesaktian Pancasila

Baca juga: Korem 172/PWY bantu data mahasiswa yang kembali ke Papua


Pada masa emas atau golden periode ketika terjadi bencana alam, kata dia, seharusnya semua elemen bergerak cepat dan tangkas untuk segera membantu menyelamatkan warga yang diperkirakan menjadi korban.

"Nah, justeru di hari pertama dan kedua, biasanya kita gagap. Ini yang kita mau eliminir, supaya begitu terjadi peristiwa bisa kita laksanakan seusai dengan format yang ada saat ini," katanya.

Mengenai format latihan, Danrem mengemukakan diantaranya soal materi latihan berupa dasar hukum, mekanisme kegiatan, latihan praktis tentang memberikan pertolongan baik itu di lapangan ataupun saat evakuasi dan yang paling penting adalah bagaimana mekanisme komunikasi dan koordinasi di lapangan.

"Jumlah total yang kita mainkan di lapangan ada 200-an personel dan 60-an penyelenggaranya, dari TNI itu dari Batalyon, Korem, Kodim hingga koramil, lalu dari BPBD, Basarnas, Pemda Jayapura dan Polres Jayapura," katanya.

Soal pemilihan tempat latihan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Danrem beralasan karena pada awal tahun ini peristiwa bencana alam telah terjadi, sehingga perlu dilakukan latihan dan evaluasi, apalagi pada kejadian banyak yang belum sinkron soal tugas masing-masing pihak.

"Jadi, kita ambil studi kasus dan bahan evaluasi ke dalam di Sentani, Kabupatren Jayapura, karena jika ambil simulasi yang baru, maka sulit untuk dikerjakan. Kegiatan ini sudah berlangsung sejak Senin pekan ini," kata Danrem 172/PWY Kolonel Inf J Binsar P Sianipar.

Senada itu, Dandim 1701/Jayapura Kolonel Inf J Simatupang mengatakan bahwa kegiatan tersebut sebenarnya internal tetapi atas gagasan dan inovasi dari Danrem 172/PWY Kolonel Inf J Binsar P Sianipar sehingga kegiatan tersebut melibatkan semua pihak.

"Makanya saat hari pertama itu, yang dilibatkan latihan bukan saja dari Pemda Jayapura tetapi Pemda Keerom dan Pemkot Jayapura serta Basarnas tingkat provinsi juga ikut dalam kegiatan ini. Latihan ini juga melibatkan Babinsa, karena informasi peristiwa itu biasanya dari bawah," kata Simatupang.

Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura Giri Wijiyantoro yang ikut serta mendampingi Danrem 172/PWY Kolonel Inf J Binsar P Sianipar mengatakan berkaca dari pengalaman yang ada, ketika bencana alam itu bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah daerah tetapi semua warga negara dan elemen.

"Baik dari sipil, TNI dan Polri semua terlibat dalam penanganan bencana alam. Kita contoh pada peristiwa lalu, dimana ada gotong royong terjadi, tetapi tidak boleh puas diri sehingga perlu latihan seperti ini guna mengantisipasi hal-hal yang bisa terjadi, sehingga bisa kompak saat di lapangan untuk berbuat baik kepada siapa saja, perikemanusiaan yang utama," katanya.*

Baca juga: Buka puasa bersama anak yatim Jayapura digelar Korem 172/PWY

Baca juga: Persit Korem buka dapur lapangan pengungsi banjir bandang Sentani

Baca juga: Komandan Korem 172/PWY terima M-16 dari bekas OPM

Pewarta : Alfian Rumagit
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar