Psikolog: orang tua harus sering cium dan peluk anak

id anak

Dua orang anak bermain. (Foto : ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI).

Purwokerto (ANTARA) - Psikolog dari Biro Psikologi Metafora Purwokerto, Ketty Murtini mengingatkan orang tua untuk sering mencium dan memeluk anak mereka agar sang buah hati tumbuh menjadi pribadi yang penyayang.

"Orang tua perlu sesering mungkin memeluk dan mencium anak, karena secara psikologis ini akan melembutkan hati anak dan menjadikan anak sebagai pribadi penyayang," katanya di Purwokerto, Senin.

Dia menambahkan cinta kasih yang diperlihatkan kedua orang tua akan tertanam di otak anak dan ditiru oleh anak mereka hingga usia dewasa.

"Jika anak melihat orang tuanya sebagai figur penyayang dan penuh cinta kasih maka anak mereka juga akan tumbuh penuh cinta kasih dan memiliki hati yang lembut," sebutnya.

Baca juga: Psikolog ingatkan pentingnya bangun komunikasi orang tua dan anak

Sebaliknya, menurut dia jika anak melihat contoh yang tidak baik termasuk kekerasan maka anak tersebut juga dapat menirukan perbuatan tersebut.

"Karena itu orang tua harus memberi teladan yang baik, termasuk jika orang tua sedang bertengkar atau berdebat maka jangan dilakukan dihadapan anak-anak mereka," lanjutnya.

Dia menambahkan keluarga merupakan wahana pertama dan utama dalam mendukung tumbuh kembang seorang anak.

Sebelumnya dia juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi antara orang tua dan anak guna mendukung pembentukan karakter positif pada buah hati mereka.

"Bangun komunikasi yang lebar antara orang tua dan anak, dengan adanya jalur komunikasi yang hangat dan terbuka maka orang tua akan akan mudah mengarahkan anak ke jalur yang benar," jelasnya.

Baca juga: Komnas Anak: Butuh mekanisme nasional cegah kejahatan anak

Untuk itu, lanjut dia orang tua harus menjadi pendengar yang baik dan menjadi sahabat bagi anak-anak mereka.

"Orang tua harus menjadi tempat bertanya dan berkeluh kesah yang nyaman bagi anak-anak mereka, sehingga anak tidak canggung untuk bercerita soal apapun," sebutnya.

Dia mengatakan hal tersebut merupakan hal sederhana yang terkadang sering dilupakan oleh orang tua.

"Termasuk ketika orang tua sedang sibuk dan anak ingin bercerita jangan ditolak dengan dalih sedang sibuk karena dikhawatirkan anak malah merasa ditolak dan lama kelamaan menjadi enggan untuk bercerita kepada orang tuanya," terangnya.

Dia menambahkan apabila orang tua memang memiliki tingkat kesibukan yang cukup tinggi maka perlu ada strategi khusus untuk tetap menjaga komunikasi dengan anak-anak mereka.

Baca juga: Psikolog: Pelaku perundungan perlu didampingi agar pahami kesalahan


Pewarta : Wuryanti Puspitasari
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar