Antisipasi COVID-19, desa di Banda Aceh karantina wilayah mandiri

id lockdown mandiri,Desa lockdown,Pemkot Banda Aceh,Banda Aceh,Pemprov Aceh,Pemerintah Aceh,Virus corona,Covid-19

Warga yang masuk ke Desa Lambung, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh disemprot cairan disinfektan, Senin (30/3/2020). ANTARA/Zubaidah/am.

Banda Aceh (ANTARA) - Sejumlah desa di Kota Banda Aceh melakukan karantina wilayah secara mandiri untuk mengantisipasi penyebaran virus corona jenis baru atau  COVID-19.

"Pada Kamis (26/3) malam kita melakukan rapat dan langsung melakukan karantina wilayah lokal sejak tanggal 27 Maret 2020," kata Sekretaris Desa Lambung, Kecamatan Meuraxa Hardiansyah saat ditemui di Banda Aceh, Senin.

Ia mengatakan, masyarakat tidak diizinkan ke luar dari desa tersebut jika bukan karena kepentingan yang mendesak.

"Untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, perangkat desa memberikan bantuan sembako yang mungkin cukup untuk dua bulan ini, agar masyarakat tidak terlalu panik," katanya.

Ia menjelaskan karantina wilayah mandiri lokal ini akan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan. Jika keadaan sudah mulai kondusif baru akses menuju desa tersebut kembali dibuka.

Ia mengatakan, masyarakat bergotong royong untuk menutup semua akses masuk ke Desa Lambung dan hanya menyisakan satu jalan utama yang masih dibuka.

"Ide untuk karantina wilayah mandiri ini dilakukan setelah melakukan musyawarah bersama perangkat desa dan masyarakat," katanya.

Berdasarkan pantauan di Desa Lambung masyarakat yang baru saja pulang dari luar desa akan diarahkan untuk mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan.

Kemudian, setelah itu kendaraan yang mereka gunakan serta orangnya akan disemprot menggunakan cairan disinfektan.

Desa lainnya yang juga melakukan karantina wilayah mandiri secara lokal di antaranya seperti Desa Lambung, Desa Cot Langkuweh, Desa Lampaseh, Desa Ateuk Jawoë, Desa Punge dan desa lainnya.

Selain itu, Pemerintah Aceh juga melakukan penerapan jam malam melalui pembatasan aktivitas malam sejak pukul 20:30 WIB sampai dengan pukul 05:30 WIB, demikian Hardiansyah.

Baca juga: Jadi lima orang, jumlah positif COVID-19 di Aceh bertambah satu

Baca juga: Unsyiah usulkan Aceh segera isolasi terbatas COVID-19

Baca juga: Plt Gubernur minta bupati/wali kota revisi anggaran tangani corona

Pewarta : Zubaidah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar