Kebersamaan semua komponen bangsa diyakini mampu lawan COVID-19

id jubir pemerintah,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Senin (30/3/2020). ANTARA/HO Gugus Tugas COVID-19/am.

Jakarta (ANTARA) - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto meyakini kebersamaan seluruh komponen bangsa akan mampu melawan penyebaran COVID-19.

"Kita meyakini bahwa ternyata dengan kebersamaan seluruh komponen bangsa kita yakin dan mampu melawan COVID-19," kata Yuri dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Graha BNPB di Jakarta, Senin.

Dia menilai partisipasi pemerintah dan masyarakat dalam upaya penanganan dan pencegahan penyebaran COVID-19 meningkat pesat. Peningkatan partisipasi masyarakat tersebut tidak hanya terlihat dari hal kepatuhan dan kedisiplinan dalam melaksanakan anjuran-anjuran yang telah diberikan pemerintah.

Namun, secara proaktif masyarakat juga telah mulai melakukan penggalangan donasi, serta menyumbangkan waktu dan tenaga untuk saling melindungi antar sesama.

Sementara itu, lanjut Yuri, di beberapa daerah juga telah diterbitkan surat edaran oleh Kepala Daerah mengenai bantuan terhadap masyarakat tidak mampu, dalam kaitan memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Baca juga: 8.763 orang terdaftar sebagai relawan penanganan COVID-19

"Dengan cara menggalang dana, partisipasi agar mereka tidak lagi memiliki risiko yang cukup tinggi untuk memaksa keluar rumah dalam rangka memenuhi kehidupan sehari-harinya," ujar dia.

Lebih lanjut, Yuri mengatakan bahwa semua provinsi di Indonesia juga telah membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 yang dipimpin langsung oleh kepala daerah, guna mengintegrasikan, mensinergikan, serta mengolaborasikan seluruh kapasitas yang ada di masing-masing provinsi dalam rangka menangani dan mencegah penyebaran virus tersebut.

"Ini upaya yang menunjukkan kinerja yang sungguh-sungguh dari kita semua dalam rangka mencari kontak yang ada di luar, yang masih positif, kemudian meyakinkan masyarakat untuk memutuskannya dengan cara menjaga jarak di dalam komunikasi secara sosial antara satu dengan yang lainnya, baik di rumah maupun di luar rumah dalam rangka memutus rantai penularan ini," ucap Yuri

"Kemudian secara proaktif mencari kasus yang masih ada di luar dengan melaksanakan kegiatan rapid test, untuk kemudian secepatnya kita bisa isolasi memisahkan dengan kelompok masyarakat yang sehat lainnya. Ini pun sejalan dengan kebijakan kita untuk tetap menjaga yang sehat tetap sehat, kemudian secepatnya yang sakit ringan bisa kita tangani dan sakit berat bisa dirawat dengan semaksimal mungkin," sambung dia.

Hingga Senin(30/3), jumlah kasus orang yang positif virus corona penyebab COVID-19 di Indonesia tercatat sebanyak 1.414 kasus. Adapun yang sembuh sebanyak 75 orang, dan meninggal sebanyak 122 orang.

Baca juga: 75 pasien COVID-19 sembuh, kasus positif menjadi 1.414 di Indonesia

Pewarta : Fathur Rochman
Editor: Desi Purnamawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar