IDI: Pekerja lapangan langsung mandi sampai di rumah

id Pb idi,LKBN antara,wartawan COVID-19,pandemi COVID-19 ,Kerja lapangan,penanganan corona,virus corona,corona,covid-19,2019-ncov,novel coronavirus 2019

Petugas Stasiun Manggarai memeriksa suhu tubuh calon penumpang KRL di Jakarta, Selasa (14/4/2020). Para pekerja di lapangan seperti petugas stasiun disarankan oleh Ikatan Dokter Indonesia untuk langsung mandi saat tiba di rumah. (ANTARA/Muhammad Zulfikar)

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) menyarankan masyarakat yang saat ini masih bekerja di lapangan agar langsung mandi saat sampai di rumah untuk mencegah penularan virus corona jenis baru atau COVID-19.

"Ini perlu terus diingatkan pada masyarakat, terutama bagi yang masih bekerja di lapangan saat pandemi COVID-19 ataupun penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," kata Ketua Umum PB IDI dr Daeng M Faqih di Jakarta, Selasa.

Bahkan, jika memungkinkan, hendaknya sebelum masuk ke dalam rumah sudah disediakan alat cuci serta sabun di halaman. Selain itu, masyarakat dianjurkan untuk tidak menyentuh apapun serta langsung menuju kamar mandi sesampainya di dalam rumah.

"Di kamar mandi itulah masker dibuka dan ditaruh di ember yang sudah berisi detergen. Lalu mandi dengan menggunakan sabun," ujar dia.

Tidak hanya masker, namun juga seluruh pakaian yang digunakan saat bekerja di lapangan harus langsung direndam di ember berisi detergen tersebut.

"Ini penting karena virus mati di detergen," katanya.

Ia mengatakan langkah tersebut disarankan untuk dilakukan masyarakat dengan harapan tidak menularkan virus kepada anggota keluarga lainnya setelah seharian bekerja di luar rumah.

Sementara itu, Risyal salah seorang pewarta foto mengaku hingga kini masih ke lapangan untuk menjalankan tugas sebagai jurnalis di Kantor Berita ANTARA.

"Sampai di rumah setelah pulang dari lapangan saya langsung mandi dan mencuci semua pakaian. Tidak berjabat tangan dengan orang lain karena tinggal sendirian di kosan," ujar pewarta asal Surabaya tersebut.

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar