Timnas putri AS ajukan banding soal kesetaraan gaji

id timnas putri amerika serikat,megan rapinoe,sepak bola amerika serikat,kesetaraan gaji

Timnas putri Amerika Serikat berpose sebelum menjalani laga perempat final Piala Dunia Putri 2019 melawan Prancis di Parc des Princes Stadium, Paris, Prancis (28/6/2019) AFP/LIONEL BONAVENTURE

Jakarta (ANTARA) - Timnas sepak bola putri Amerika Serikat (AS) mengajukan banding ke pengadilan negeri setempat pada Jumat menyusul keputusan hakim yang menolak klaim mereka soal ketimpangan gaji dengan timnas putra.

Hakim pengadilan negeri R Gary Klausner menyebut jika tim juara dunia putri itu mendapat bayaran yang lebih baik secara kumulatif maupun rata-rata per gim ketimbang timnas putra.

"Gaji yang setara berarti membayar para pemain putri dengan kadar yang sama untuk memenangi satu gim seperti halnya pemain putra dibayar," kata juru bicara timnas putri Molly Levinson seperti dikutip Reuters yang dipantau di Jakarta, Sabtu.

"Argumen tentang wanita digaji cukup ketika mereka mendekati jumlah yang didapat pria dengan memenangi lebih dari dua kali bukan lah gaji yang setara," kata dia.

Baca juga: Kecewa putusan hakim, Rapinoe akan terus perjuangkan kesetaraan gaji
Baca juga: Timnas putri AS dapat dukungan dari Joe Biden setelah kalah gugatan


Para pemain putri meminta ganti rugi senilai 66 juta dolar AS di bawah payung hukum Undang-Undang Kesetaraan Gaji (Equal Pay Act).

Akan tetapi, pengadilan mengizinkan pengaduan soal perlakuan medis, perjalanan dan latihan yang tidak adil diajukan ke sidang, yang dijadwalkan mulai pada 16 Juni nanti.

Kapten timnas putri, Megan Rapinoe, peraih Ballon d'Or tahun lalu, juga mempertanyakan logika dari rangkuman keputusan itu.

"Jika aku dibayar satu dolar setiap kali bermain dan laki-laki dibayar tiga dolar, hanya karena aku menang sepuluh laga dan dia hanya menang tiga pertandingan - jadi aku mengumpulkan 10 dolar dan dia sembilan dolar - Aku tak yakin bagaimana itu membuatku menghasilkan uang lebih banyak," kata Rapinoe.

Timnas putri mengalahkan Belanda 2-0 untuk mengklaim gelar keempat Piala Dunia mereka musim panas lalu, ketika stadion dibuat bergemuruh oleh para penonton yang meneriakkan "Equal Pay, Equal Pay (gaji setara)".

Baca juga: Andonovski ditunjuk sebagai pelatih baru timnas putri Amerika Serikat

Perseteruan antara tim putri AS dengan U.S. Soccer, federasi sepak bola negara adidaya itu, telah telah lama mengemuka di publik. Sejumlah tokoh seperti Billie Jean King hingga anggota kongres Alexandria Ocasio-Cortez menggalang dukungan untuk tim putri.

Bulan lau, presiden US. Soccer, Carlos Cordeiro mundur setelah di pengadilan mengatakan jika wanita memiliki kemampuan yang kurang ketimbang laki-laki dalam sepak bola.

Ungkapan itu memicu protes dari para pemain, dengan memakai jersi pemanasan mereka secara terbalik untuk menyamarkan logo U.S. Soccer sebelum laga, serta kritik keras dari sejumlah sponsor tim.

Asosiasi pemain timnas putra Amerika Serikat USMNT menegaskan kembali dukungan mereka kepada para pesepak bola putri lewat pernyataan pekan lalu.

"Para pemain USMNT terus mendukung para pemain WNT dalam upaya mereka untuk memperjuangkan kesetaraan gaji.

"Selama satu setengah tahun para pemain USMNT telah membuat proposal kepada federasi yang bertujuan untuk meraih kesetaraan gaji bagi para pemain USMNT dan USWNT," demikian pernyataan asosiasi itu.

Baca juga: Penduduk New York gaungkan kesetaraan gaji sambut timnas putri
Baca juga: Daftar juara Piala Dunia Putri, Amerika Serikat tersukses

Pewarta : Aditya Eko Sigit Wicaksono
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar