Desa wisata disarankan studi banding ke hotel terkait SOP kesehatan

id desa wisata,hotel,sop kesehatan

Ilustrasi. Pengunjung berada di kawasan wisata alam Danau Tangkas, Desa Tanjung Lanjut, Sekernan, Muarojambi, Jambi. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/aww.

Jakarta (ANTARA) - Pelaku desa wisata disarankan melakukan studi banding ke hotel-hotel terkait penerapan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan dalam rangka mencegah penyebaran pandemi Covid-19 sekaligus meraih kepercayaan turis.

"Kalau menurut saya untuk teman-teman desa wisata mungkin yang pertama bisa melakukan studi banding dengan hotel-hotel terkait bagaimana SOP-SOP yang diterapkan dan mungkin beberapa poin pentingya bisa diimplementasikan oleh teman-teman di desa wisata," ujar VP Sales Marketing Loyalty Distribution Accorhotels Indonesia Malaysia Singapura, Adi Satria dalam diskusi daring di Jakarta pada Sabtu.

Langkah berikutnya menurut Adi adalah para pelaku pariwisata desa wisata harus konsisten dan pola pikirnya harus berubah dengan lebih rajin, teliti, dan bisa melihat apa saja yang dibutuhkan untuk menaikkan kepercayaan para turis karena aspek kepercayaan sangat penting bagi turis.

Baca juga: KKP: Desa wisata bahari dengan hiu paus dapat tingkatkan ekonomi warga

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa setelah berhasil menaikkan kepercayaan turis, mungkin langkah selanjutnya adalah membuat branding awareness terkait hal-hal apa saja yang sudah dilakukan serta diterapkan, aplikatif bagi produk mereka dan yang terpenting adalah konsistensi.

"Kalau sudah ada konsistensi, brand identity dan meraih kepercayaan turis, mungkin itu menjadi salah satu basic yang bisa diterapkan oleh teman-teman di desa wisata," katanya.

Sebelumnya Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda mengatakan bahwa jika ada destinasi super prioritas semestinya harus ada destinasi alternatif, dan desa wisata adalah destinasi alternatif yang menjadi penyangga dari destinasi prioritas tersebut.

Baca juga: Luhut minta pengembangan desa wisata Danau Tona dimulai Juli mendatang

Program desa wisata yang sedang bergaung di sejumlah daerah merupakan hal yang positif dan sangat potensial untuk dijadikan sebagai alternatif dari destinasi atau tujuan utama dari berbagai lokasi pariwisata Tanah Air.

Untuk itu, ujar dia, berbagai pihak termasuk pelaku usaha pariwisata hingga BUMN juga harus membantu terlaksananya desa wisata.

 

Pewarta : Aji Cakti
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar