Peserta BPJAMSOSTEK dapat bantuan tangan palsu akibat kecelakaan kerja

id bpjamsostek tangerang, tangan palsu bpjamsostek

Bantuan tangan palsu BPJAMSOSTEK kepada Sardi, pekerja yang mengalami kecelakaan kerja. ANTARA/HO-BPJAMSOSTEK/am.

Tangerang (ANTARA) - Sardi (38 tahun), seorang karyawan swasta yang tangan kanannya terpaksa diamputasi karena kecelakaan kerja saat memperbaiki mesin, mendapat bantuan tangan palsu yang bisa digerakkan (robot) dari BPJAMSOSTEK Tangerang Cimone.

"Ini salah satu peserta program return to work yang dijalankan BPJS Ketenagakerjaan sejak Juni 2015. Pendampingan kami lakukan sejak terjadi kecelakaan, masa perawatan dan pemulihan sampai bisa mandiri bekerja lagi ke perusahaan,” kata Yan Dwiyanto sebagai Kepala Cabang BPJAMSOSTEK Tangerang Cimone, Rabu.

Dijelaskannya, Sardi mendapatkan manfaat dengan mengikuti program jaminan sosial ketenagakerjaan di BPJAMSOSTEK Tangerang Cimone.

Baca juga: Januari-Juni, BPJAMSOSTEK Palangka Raya bayarkan klaim Rp31,18 miliar
Baca juga: Klaim JHT meningkat dua kali lipat selama normal baru


Adapun peristiwa kecelakaan itu terjadi pada bulan Oktober 2019 ketika Sardi sedang bekerja memperbaiki mesin yang mengakibatkan kehilangan siku tangan kanan sampai dengan bawah sehingga membuat tangan kanannya perlu diamputasi,. Namun kini telah dipasangkan tangan palsu yang bisa digerakkan (robot).

Sardi pun merasa senang dan kembali bersemangat karena mendapatkan bantuan tangan palsu untuk kembali aktifitas lagi.

Yan mengatakan aktivitas Sardi di perusahaan tersebut tidak akan seperti dulu. Namun demikian dipastikan Sardi tetap berkontribusi di perusahaan tersebut.

Selain bantuan tangan palsu bagi Sardi, BPJAMSOSTEK pun hadir dengan program jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) guna menjamin semua biaya pengobatan hingga sembuh.

Program itu memberikan manfaat untuk meningkatkan pelayanan kepada peserta yang mengalami kecelakaan kerja sampai dapat kembali produktif bekerja. Melalui program itu, BPJAMSOSTEK memberi pendampingan selama dan setelah perawatan pengobatan.

Baca juga: 1,122 juta kasus klaim JHT telah ditangani BPJAMSOSTEK
Baca juga: Peserta yang alami PHK didorong BPJAMSOSTEK ikuti program vokasi


Ia menjelaskan, program itu tidak menambah premi dan tidak berpengaruh terhadap saldo program Jaminan Hari Tua. Dalam program return to work saat itu, Sardi diberikan pendampingan.

"Belajar dari pengalaman Sardi, diharapkan masyarakat luas sadar akan pentingnya jaminan sosial, dan segera mendaftar BPJAMSOSTEK agar mendapat perlindungan jaminan sosial," ujarnya.

Sementara itu, Sardi mengatakan perlahan dirinya bisa bangkit kembali dan yakin akan lepas dari keterpurukan.

"Saya berterima kasih banyak kepada BPJAMSOSTEK yang telah memberikan tangan palsu robot ini dan mendampingi saya dengan program itu,” kata Sardi.

Baca juga: BPJamsostek beri donasi perlindungan PMI DKI Jakarta lawan pandemi
Baca juga: BPJAMSOSTEK Cimone gandeng Komunitas Warteg Nusantara jadi peserta

Pewarta : Achmad Irfan
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar