2 hari gempa vulkanik dangkal, BNPB imbau warga waspada erupsi Merapi

id Erupsi merapi,gunung merapi,bnpb pvmbg

Tangkapan layar Youtube BNPB -Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan saat konferensi video yang di pantau di Jakarta, Kamis (16/7/2020). ANTARA/Tangkapan layar Youtube BNPB/pri.

Jakarta (ANTARA) - Oleh karena dua hari berturut-turut terjadi gempa vulkanik dangkal Gunung Merapi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau warga yang berdomisili di sekitar gunung di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta itu, untuk mewaspadai potensi erupsi.

"Diinformasikan dari PVMBG ada dua hari berturut-turut terjadi gempa bumi vulkanik dangkal," kata Deputi Bidang Pencegahan BNPB Lilik Kurniawan saat konferensi video yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan aktivitas gempa bumi vulkanik dangkal tersebut merupakan salah satu indikator akan adanya aktivitas atau erupsi Gunung Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta itu.

Baca juga: Ganjar minta simulasi penanganan pengungsi erupsi Merapi saat pandemi

Setelah mendapatkan informasi dari PVMBG pada 4 Juli, BNPB langsung mengirimkan surat ke Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur DIY agar menyikapi dan mewaspadai hal tersebut.

"Tanggal 8 Juli Gubernur Jawa Tengah langsung turun ke lapangan untuk melihat dan mempersiapkan desa-desa yang ada di KRB III atau daerah yang paling dekat dengan puncak Merapi," ujar dia.

Pemberitahuan dari BNPB kepada dua provinsi tersebut agar memastikan dan memperbaiki jalur evakuasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Ia mengatakan masyarakat di dua daerah tersebut juga harus diberitahu apa saja yang mesti dilakukan kalau Gunung Merapi erupsi.

"Yogyakarta juga melakukan hal yang sama. Jadi kalau terjadi apa-apa mereka gampang turunnya dan setiap orang tahu apa yang akan dilakukannya," kata dia.

Baca juga: Petugas balai konservasi bersihkan Candi Borobudur dari abu Merapi
Baca juga: Pada Ahad pagi, Gunung Merapi sudah dua kali meletus
Baca juga: BPPTKG: Status Gunung Merapi tetap waspada

Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar