Di Nunukan, warga perbatasan RI-Malaysia "ngabuburit" berburu takjil

id ngabuburit puasa, takjil buka puasa, warga perbatasan, nunukan,ramadhan 1422 H,kaltara

Di Nunukan, warga perbatasan RI-Malaysia "ngabuburit" berburu takjil

Warga Nunukan berbondong-bondong belanja kue untuk berbuka puasa pada Ramadhan 1422 Hijriah di perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, Rabu (14/4/2021) sore. ANTARA/Rusman/aa.

Nunukan, Kaltara (ANTARA) - Umat Islam di perbatasan Indonesia dengan Malaysia, yakni di Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menyambut bulan suci Ramadhan 1442 H/2021 Masehi, berbondong-bondong melakukan "ngabuburit" sekaligus berbelanja takjil untuk berbuka puasa.

"Sejak mulai bulan suci Ramadhan 1442 Hijriah ini, tiap sore kami 'ngabuburit' berburu takjil untuk kebutuhan berbuka puasa bersama orang tua dan saudara-saudara di rumah," kata Suci,  remaja usia 15 tahun yang ditemui di Nunukan, Rabu petang.

"Ngabuburit" adalah yang dikenal di wilayah Jawa Barat, namun sudah dikenal diberbagi daerah, yang maknanya adalah aktivitas waktu menunggu berbuka puasa

Berdasarkan pantauan di lokasi, animo masyarakat mendapatkan kue-kue dan lauk pauk untuk persiapan buka puasa tampak ramai dengan padatnya kendaraan lalu lalang di jalan-jalan protokol Ibu Kota Kabupaten Nunukan ini.

Suci mengaku memilih membeli takjil yang dijual oleh warga karena leluasa memilih jenisnya sesuai selera ketimbang harus membuat sendiri di rumah.

 "Lebih suka beli kue-kue yang sudah jadi yang dijual dari pada bikin sendiri," kata remaja yang berdomisili di Jalan Rimba Kelurahan Nunukan Tengah.

Kedua orang tua dan saudara-saudaranya lebih senang berbuka puasa dengan takjil yang dibeli. Selain tidak repot membuatnya juga persiapan menghadapi waktu buka puasa lebih longgar.

Perempuan ini mulai "ngabuburit" dan berbelanja keperluan buka puasa sejak pukul 16.00 WITA dengan berkeliling mencari takjil yang dianggap lebih baik sesuai selera semua anggota keluarganya.

 "Biasanya, berbuka puasa dengan kue-kue gorengan," katanya.

Berbeda dengan Rahma, warga Jalan Pasir Putih Kelurahan Nunukan Tengah, ia melakukan "ngabuburit" setiap sore hari bersama anak-anaknya bukan sekadar berburu takjil untuk berbuka puasa, tetapi menikmati suasana sore hari dengan mengendarai sepeda motor keliling Nunukan.

Ibu rumah tangga ini menyatakan, sebelum "ngabuburit" terlebih dahulu menyelesaikan pekerjaan dengan memasak dan membuat kue-kue kesukaan anggota keluargannya.

"Saya sama anak-anak pulang ke rumah pas mau buka puasa karena semua keperluan berbuka puasa sudah siap disajikan," demikian Rahma.

Baca juga: Omzet jajanan Ramadhan di Nunukan lebih sejuta

Baca juga: Gubernur Kaltara imbau zakat dibayar sebelum Ramadhan

Baca juga: Lonjakan pengiriman lewat pos diperkirakan pertengahan Ramadhan

Baca juga: Pemkab Nunukan bentuk tim kajian banjir kiriman dari Malaysia

Pewarta : Rusman
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar