Nana Maulana juara pertama Lomba Komik Digital Silih Tulungan

id Lomba Komik Digital Silih Tulungan, Pemenang Lomba Komik Digital Silih Tulungan, Komik

Nana Maulana juara pertama Lomba Komik Digital Silih Tulungan

Komikus Nana Maulana dengan karyanya bertajuk "Virus Cepat Berlalu dengan Bantu-membantu" keluar sebagai juara pertama dalam Lomba Komik Digital Silih Tulungan (Saling Bantu) dengan tema "Meraih Kemerdekaan Kedua, Menang Melawan COVID-19" yang diadakan oleh Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Jabar. ANTARA/HO-Humas Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Jabar.

Bandung (ANTARA) - Komikus Nana Maulana dengan karyanya bertajuk "Virus Cepat Berlalu dengan Bantu-membantu" keluar sebagai juara pertama dalam Lomba Komik Digital Silih Tulungan (Saling Bantu) dengan tema "Meraih Kemerdekaan Kedua, Menang Melawan COVID-19" yang diadakan oleh Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Jabar.

Ketua Harian Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Jabar Ipong Witono, Selasa, di Bandung, menuturkan komik hasil karya pemenang akan menjadi catatan bersejarah dan meninggalkan jejak peradaban pandemi COVID-19 pada masa depan.

"Komik ini penting karena catatan peradaban ini penting bagi generasi kita selanjutnya. Jadi jangan berhenti berkarya karena mengejar hadiah. Setelah ini keluarkan lagi serial tentang pandemi," kata Ipong.

Juara kedua diraih oleh Raditya Eka Pernama dengan judul "Meraih Kemerdekaan Kedua" dan juara ketiga, Mokhammad Khotibul Umam dengan komik berjudul "Menang Yang Sesungguhnya."

Baca juga: Marvel gratiskan akses komik digital

Baca juga: Tak ada cerita oksigen dan obat langka di Ibu Kota

Komik para pemenang akan dibuatkan video series di kanal “Silih Tulungan” dan adapun besaran hadiah berupa uang tunai sebesar Rp15 juta untuk juara pertama, Rp10 juta untuk juara kedua, dan Rp5 juta untuk juara ketiga.

"Kita juga mendapat hikmah dan pesan-pesan dari peristiwa flu dari Spanyol. Susah sekali mencari referensinya. Nanti, komik-komik ini, entah kapan, akan jadi catatan penting apabila pandemi seperti ini akan muncul 50-100 tahun lagi," kata Ipong.

Sementara itu, Ketua Ikatan Penerbit Indonesia (Ikapi) Jabar yang juga Wakil Ketua Divisi UMKM dan Ekonomi Kreatif Satgas Pemulihan dan Transformasi Ekonomi Jabar, Mahfudi, mengatakan bahwa komik hasil karya pemenang dan peserta lomba dapat diterbitkan dan disebarkan kepada masyarakat dengan seluas-luasnya.

"Kami berpendapat bahwa pemulihan ekonomi itu tidak melulu ditangani secara langsung melalui kegiatan-kegiatan ekonomi riil. Tetapi juga, bisa dilakukan dan dikembangkan dengan pendekatan kreatif," katanya.

"Kami dari industri perbukuan tentu melihat bahwa lomba komik ini salah satu potensi yang bisa dimanfaatkan pula oleh industri yang lain, dalam hal ini industri penerbitan dan percetakan, dalam kerangka mempublikasikan atau menyebarkan hal-hal yang sudah dicapai dari kegiatan ini," ujarnya.

Oleh karena itu, Mahfudi mengusulkan agar komik pemenang dan peserta lomba dapat diterbitkan secara digital.

"Itu salah satu cara yang lebih maju lagi dari KPED dalam penanganan pemulihan ekonomi di Jabar," ucapnya.

Ketua Divisi Komunikasi dan Gerakan Satgas Pemulihan dan Tranformasi Ekonomi Jabar Eric Wiradipoetra mengatakan Lomba Komik Digital Silih Tulungan menjadi bagian dari kampanye dan program literasi Divisi Komunikasi dan Gerakan tentang Gerakan Silih Tulungan.

Gerakan Silih Tulungan sendiri bertujuan untuk menggali, merevitalisasi, membangunkan, karakter masyarakat Jabar, yakni gotong royong dan tolong-menolong.

"Semua orang punya kesempatan untuk bermanfaat bagi orang lain. Tidak peduli status sosial dan sebagainya. Tapi, kita ingin memandang bahwa setiap insan memiliki peran untuk memulihkan ekonomi, peran untuk melawan COVID-19, yang kita hadapi sekarang ini," kata Eric.

Pemenang Juara Pertama Nana Maulana menuturkan dirinya beruntung dapat memiliki ruang dan kesempatan untuk turut mengedukasi dan menggelorakan semangat Silih Tulungan kepada masyarakat dalam menangani pandemi COVID-19.

"Mudah-mudahan komik ini bisa menjadi wadah kami untuk menunjukkan karya sekaligus turut serta mengedukasi masyarakat terkait COVID-19," kata Nana.*

Baca juga: Sepenggal cerita petugas pemakaman jenazah COVID-19 di Surabaya

Baca juga: Lomba Cipta Cerita ajang menjaring ide kreatif di tengah pandemi


Pewarta : Ajat Sudrajat
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar