Mahakam Ulu masuk zona hijau COVID-19

id update COVID-19,Kaltim

Mahakam Ulu masuk zona hijau COVID-19

Infografis perkembangan kasus COVID-19 Provinsi Kaltim (Arumanto)

Samarinda (ANTARA) - Kabupaten Mahakam Ulu kembali masuk ke zona hijau COVID-19 setelah satu pasien positif yang menjalani perawatan di wilayah tersebut telah dinyatakan sembuh berdasarkan update kasus harian Satgas COVID-19 Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (21/5).

Juru bicara Satgas COVID-19 Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Sabtu (21/5), mengatakan Kabupaten Mahakam Ulu menyusul empat wilayah Kaltim lainnya yang lebih dulu berada di zona zero kasus, yakni Samarinda, Kutai Kartanegara, Bontang, dan Berau.

Baca juga: Empat wilayah di Kaltim masuk zona hijau COVID-19

"Saat ini ada lima wilayah Kaltim yang telah melepaskan diri dari kasus COVID-19, sedangkan lima wilayah lainnya dalam status zona kuning," kata Andi Muhammad Ishak.

Lima wilayah Kaltim yang masih dalam status zona kuning, yakni Balikpapan, Kutai Timur, Kutai Barat, Paser, dan Penajam Paser Utara.

"Dua wilayah Kaltim yang berstatus zona kuning yakni Paser dan Penajam Paser Utara punya potensi masuk ke zona hijau, karena kedua wilayah tersebut hanya menyisakan satu pasien positif COVID-19 yang menjalani perawatan," katanya.

Baca juga: Samarinda kembali berstatus zona hijau COVID-19

Sedangkan tiga wilayah Kaltim lainnya diperkirakan masih membutuhkan waktu yang lebih panjang untuk masuk zona hijau, karena pasien positif COVID-19 yang menjalani perawatan lebih banyak, yakni Balikpapan dengan 11 pasien positif, Kutai Barat 11 pasien positif, dan Kutai Timur 8 pasien positif.

"Jumlah keseluruhan pasien positif COVID-19 yang masih menjalani perawatan di wilayah Kaltim tersisa 31 orang," kata Andi.

Andi mengingatkan masyarakat untuk selalu menjaga kesehatan karena pandemi COVID-19 belum berakhir.

Baca juga: Wagub Kaltim apresiasi kerja keras para perawat saat COVID-19

"Ingat penyebaran virus masih terjadi, dan poin pentingnya masyarakat harus tetap waspada agar tidak sampai tertular virus tersebut," kata Andi Muhammad Ishak.

Pewarta : Arumanto
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2022

Komentar