Calon haji komorbid diabetes harus gunakan alas kaki yang nyaman

id jamaah haji,komorbid diabetes

Calon haji komorbid diabetes harus gunakan alas kaki yang nyaman

Tim dokter KKHI Makkah, dr Ahmad Syahri, Spesialis Penyakit Dalam. ANTARA/HO.KKHI Mekkah.

Mekkah (ANTARA) - Tim Dokter KKHI Makkah dr Ahmad Syahri Sp.PD mengatakan jamaah calon haji dengan komorbid diabetes harus menggunakan alas kaki yang nyaman untuk mencegah luka.

"Jadi pencegahannya kalau diabetes adalah jangan sampai ada luka, terutama luka di kaki," kata dr. Ahmad.

Dia mengatakan neuropati merupakan salah satu komplikasi dari diabetes, yaitu terjadinya gangguan syaraf akibat penyakit diabetes yang ditandai dengan kesemutan, nyeri, atau mati rasa yang lebih sering menyerang syaraf kaki.

Baca juga: Sektor 2 Syisyah masih akan kedatangan jamaah calon haji hingga 5 Juli

"Saraf-sarafnya menjadi tidak sensitif sehingga ketika berjalan, misalnya lupa pakai alas kaki, terkena trauma, dan akhirnya mengalami luka," katanya.

Untuk luka kecil atau ringan, lanjut dr. Ahmad, cukup dioleskan dengan salep atau perawatan yang biasa sehingga pasien bisa melanjutkan aktivitas.

Namun kondisi ini berbeda halnya jika sampai terjadinya infeksi pada luka, kata dia, maka harus dilakukan perawatan lebih lanjut.

Baca juga: Bandara Pattimura Ambon layani keberangkatan Jamaah Calon Haji Maluku

"apabila sampai terjadi luka infeksi perlu perawatan luka sampai 'debridement' atau perawatan luka kaki khusus," katanya.

Untuk itu, katanya, sangat penting bagi jamaah haji yang mempunyai riwayat diabetes untuk memperhatikan kakinya, melihat apakah ada tanda tanda luka.

Apalagi dengan cuaca yang panas dan kering seperti di Arab Saudi, papar dia, maka kulit kaki lebih mudah kering, pecah-pecah, hingga terjadi luka yang tidak disengaja.

Baca juga: Calon haji diingatkan fokus saat menyeberang di Mahbas Jin Mekkah

Pencegahan terbaik, menurut dia, adalah jangan sampai terjadi luka di kaki. Apabila terjadi luka, maka sebaiknya segera diobati agar tidak mengarah pada kondisi infeksi bahkan sepsis.

Sampai dengan Jumat (24/6) Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Mekkah sedikitnya merawat sepuluh pasien "diabetic foot".

 

Pewarta : Desi Purnamawati
Editor: Herry Soebanto
COPYRIGHT © ANTARA 2022