SAR Manokwari: Adik Kiatwansyah pantau langsung pencarian kakaknya

id SAR Manokwari,Kiatwansyah,wisatawan tenggelam

SAR Manokwari: Adik Kiatwansyah pantau langsung pencarian kakaknya

ilustrasi tenggelam (ANTARA FOTO)

Manokwari (ANTARA News) - Awi, adik wisatawan Kiatwansyah dari Batam, Kepulauan Riau, kini memantau langsung misi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk kakaknya yang tiga hari silam hilang tenggelam, saat menyelam di perairan Pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari, George Leo Mercy Randang, Minggu, mengatakan Awi, adik kandung Kiatwansyah, datang dari Batam dan sekarang berada di Kapal Kurabesi Explorer yang menjadi posko misi SAR.

"Hanya adiknya datang dari Batam. Saat ini beliau sedang bersama-sama dengan kami di posko, memantau langsung proses pencarian," kata George.

Kurabesi Explorer adalah kapal membawa Kiatwansyah Yasmin dan rombongan wisatawan yang menyelam di perairan Mansinam pada Jumat (10/8).

"Kami optimalkan sumber daya yang ada. Mari kita sama-sama berdoa agar korban segera ditemukan. Keluarga korban sangat resah dan terus menunggu perkembangan pencarian ini," katanya.

Ia mengutarakan, cuaca di Manokwari hari ini cukup cerah. Pencarian masih berlanjut dengan memperlebar area hingga radius 700 meter dari bibir pantai Pulau Mansinam.

Pada hari ketiga, lanjut George, tim memperoleh tambahan lima penyelam. Ia berharap penambahan tersebut bisa mempercepat proses pencarian.

Selain Basarnas, Polda Papua Barat juga menugaskan tim untuk misi itu. Pencarian didukung oleh tim dari Komunitas Molo Manokwari, Komunitas Anak Air, Komunitas Selam Unipa, serta Palang Merah Indonesia (PMI).

"Kami semua bersinergi, saling bekerja sama untuk menemukan korban," ujarnya.

Sementara itu, lanjut George, tim SAR belum memperoleh keberadaan korban. Pencarian akan terus berlanjut hingga sore nanti.

Baca juga: SAR Manokwari: Area pencarian wisatawan hilang di diperluas
Baca juga: SAR Manokwari lanjutkan pencarian penyelam yang hilang


 

Pewarta : Toyiban
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar